JAKARTA - Oppo secara resmi meluncurkan gawai terbarunya dari jajaran A Series, yaitu Oppo A7 Pro Max di pasar China. Ponsel kelas menengah ini membawa daya pikat utama berupa baterai jumbo berkapasitas 10.000 mAh.
Pencapaian ini menjadi rekor kapasitas baterai terbesar yang pernah diterapkan Oppo pada lini smartphone buatannya.
Baterai berukuran besar tersebut mengadopsi teknologi Glacier Battery berbasis silicon-carbon. Oppo mengeklaim daya tampung baterainya tetap mampu mempertahankan kapasitas di atas 80 persen meski telah melalui 1.500 siklus pengisian.
Sektor daya ini turut disokong teknologi pengisian cepat SuperVOOC 80 watt serta fitur reverse wired charging 27 watt untuk mengisi daya perangkat lain.
Mengenai dapur pacu, Oppo A7 Pro Max menjadi gawai pertama yang mengusung chipset Qualcomm Snapdragon 4 Gen 5 berarsitektur 4 nanometer. Cip ini dipadukan dengan RAM LPDDR4X hingga 12 GB dan penyimpanan internal UFS 3.1 hingga 512 GB.
Beralih ke tampilan luar, bagian punggungnya mengusung modul kamera persegi panjang yang sekilas mirip iPhone Pro Max. Sementara bagian depan dibekali layar AMOLED 6,78 inci FHD+ dengan refresh rate adaptif 120 Hz.
Sektor fotografi dibekali kamera utama 50 MP yang dilengkapi penstabil gambar OIS, berduet dengan sensor monokrom 2 MP. Pada bagian depan, tersemat kamera selfie 50 MP yang sudah mendukung fitur autofocus.
Gawai yang menjalankan ColorOS 16 berbasis Android 16 ini juga mengantongi sertifikasi ketahanan lengkap mulai dari IP66, IP68, IP69, hingga IP69K terhadap debu dan cipratan air.
Oppo A7 Pro Max dipasarkan di China dengan harga mulai dari 2.199 yuan atau sekitar Rp 5,8 juta untuk varian memori terendah. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal peluncurannya secara global.