KPPPA: Kepemimpinan ASN Perempuan Perlu Ditopang Komunikasi

KPPPA: Kepemimpinan ASN Perempuan Perlu Ditopang Komunikasi
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menggarisbawahi krusialnya kemampuan komunikasi sebagai salah satu kompetensi inti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan, terkhusus pada level Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).

"Kemampuan komunikasi merupakan salah satu unsur penting dalam kompetensi manajerial seorang ASN. Semakin tinggi jabatan seorang ASN, semakin tinggi pula tuntutan terhadap kualitas dan kemampuan komunikasi yang dia miliki," kata Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Politik dan Hukum Kementerian PPPA Iip Ilham Firman di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Hal tersebut diutarakannya pada penyelenggaraan Gender Mainstreaming for Women Leaders Academy 2026.

Menurut penjelasannya, kepemimpinan perempuan pada ranah birokrasi tak sekadar tampil sebagai simbol keterwakilan, namun juga menjadi faktor krusial dalam menghadirkan kebijakan publik yang lebih inklusif, responsif gender, serta memihak kepentingan warga.

Guna mewujudkan model kepemimpinan tersebut, tambahnya, ASN perempuan mesti ditopang oleh kompetensi yang memadai.

Demi membekali kecakapan komunikasi tersebut, Kementerian PPPA mengundang motivator yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Merry Riana pada hari ketiga agenda Women Leaders Academy.

"Kami ingin mendorong para peserta memiliki kemampuan komunikasi yang baik, karena sering kali dalam pelaksanaan tugas kedinasan, ketidakmampuan berkomunikasi dapat mempengaruhi hubungan kerja, baik di lingkungan internal maupun dengan mitra eksternal," kata Iip Ilham Firman.

Lewat materi Upgrade Communication Skill, lanjutnya, para peserta diharapkan sanggup membangun komunikasi yang efektif, mendongkrak rasa percaya diri, serta memantapkan kapasitas kepemimpinan demi menjawab tantangan di lingkungan birokrasi.

Sementara itu, Staf Khusus Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Merry Riana membagikan aneka strategi praktis untuk mengasah kecakapan komunikasi ASN perempuan supaya kian percaya diri, mampu menyuarakan gagasan secara efektif, serta siap menghadapi beragam situasi di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari selaku calon pemimpin birokrasi.

"Komunikasi adalah bagian dari keseharian kami semua. Hingga saat ini kami masih melihat banyak blunder yang terjadi hanya karena salah komunikasi atau salah ucap, terutama dari seseorang yang mengemban jabatan. Meski demikian akan selalu ada ruang untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang baik," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index