JAKARTA - Bagi sebagian orang, menikmati secangkir kopi sudah menjadi kebiasaan untuk mengawali hari. Kandungan kafein di dalamnya mampu mendongkrak kewaspadaan serta membuat fisik terasa lebih berenergi.
Walakin, efek tersebut tidak selalu dirasakan dengan bentuk yang serupa. Sebagian orang justru mendapati diri mereka gelisah, gugup, mengalami jantung berdebar, hingga susah berkonsentrasi usai menenggak kopi. Lantas, apa yang memicu kondisi tersebut?
Mengapa merasa cemas setelah minum kopi?
Kafein dapat membuat tubuh lebih waspada Kafein merupakan zat stimulan yang bekerja pada sistem saraf pusat. Senyawa ini sanggup meningkatkan kewaspadaan serta membuat seseorang merasa lebih terjaga.
Dikutip dari Verywell Mind, efek kafein pun dapat memengaruhi sistem saraf simpatik, bagian dari sistem saraf otonom yang memegang peranan dalam reaksi tubuh terhadap ancaman ataupun stres, yang lazim disebut sebagai respons fight or flight.
Ketika mekanisme ini aktif, tubuh berpotensi mengalami kenaikan detak jantung, laju pernapasan, tekanan darah, serta ketegangan otot. Bagi individu yang sensitif terhadap kafein, pergeseran tersebut dapat dirasakan menyerupai tanda-tanda kecemasan.
Gejala akibat kafein bisa mirip dengan kecemasan Rasa gelisah seusai minum kopi bukan berarti seseorang pasti mengidap gangguan kecemasan. Pasalnya, sejumlah dampak kafein memang dapat menyerupai gejala kecemasan.
Sebagai contoh, seseorang dapat merasakan jantung berdebar, tubuh gemetar, gugup, susah tenang, sampai sulit tidur setelah mengonsumsi kafein secara berlebihan. Keadaan ini kerap membuat seseorang kesulitan membedakan apakah sensasi tidak nyaman yang timbul bersumber dari kecemasan atau efek stimulan dari kafein.
Respon setiap orang terhadap kafein pun berlainan. Faktor seperti metabolisme, berat badan, faktor genetik, takaran kafein yang dikonsumsi, hingga seberapa sering seseorang meminumnya dapat memengaruhi tanggapan tubuh. Oleh sebab itu, volume kopi yang masih terasa nyaman bagi seseorang belum tentu mendatangkan pengaruh yang sama kepada orang lain.
Kafein dapat memperburuk rasa cemas pada sebagian orang Bagi individu yang memang rentan mengalami kecemasan, asupan kafein dalam takaran berlebih berisiko memperparah gejalanya. Salah satu riset yang dibahas Verywell Mind mendapati bahwa konsumsi kafein dalam dosis yang setara dengan sekitar lima cangkir kopi mampu memicu serangan panik pada mayoritas orang dengan gangguan panik.
Studi tersebut juga mendapati lonjakan kecemasan pada orang dewasa yang tidak memiliki gangguan panik. Artinya, kafein tidak otomatis menimbulkan gangguan kecemasan pada setiap orang. Akan tetapi, pada subjek tertentu, khususnya mereka yang sensitif terhadap kafein atau telah memiliki riwayat masalah kecemasan, asupan kafein sanggup membuat gejalanya terasa lebih kuat.
Kurang tidur juga bisa membuat kecemasan semakin terasa Dampak kopi terhadap kecemasan tidak sekadar berkaitan dengan pengaruh stimulan secara langsung. Kafein juga dapat merusak kualitas tidur, terutamanya jika dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu mendekati jam tidur.
Padahal, waktu tidur yang kurang atau terganggu dapat memengaruhi kondisi emosional serta membuat seseorang lebih susah mengendalikan stres. Walhasil, seseorang bisa terjebak dalam sebuah lingkaran: minum kopi agar tetap terjaga ketika lelah, namun asupan kafein justru mengganggu tidur, lalu kurang tidur menjadikan tubuh terasa lebih gampang tegang serta cemas keesokan harinya.
Karenanya, mencermati waktu minum kopi juga krusial, bukan sekadar menghitung jumlah cangkir yang dihabiskan.
Berapa banyak kafein yang masih aman dikonsumsi? Berdasarkan Food and Drug Administration (FDA), bagi kebanyakan orang dewasa, konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari umumnya tidak dihubungkan dengan dampak buruk. Takaran tersebut kurang lebih setara dengan empat atau lima cangkir kopi, meski kadar kafein riilnya dapat berbeda bergantung pada jenis kopi, ukuran sajian, serta metode pembuatannya.
Meski demikian, batasan tersebut bukan berarti seluruh orang dapat menelan takaran kafein yang seragam tanpa merasakan efek samping. Orang yang peka terhadap kafein dapat mengalami rasa gelisah, jantung berdebar-debar, tremor, nyeri kepala, gangguan tidur, ataupun rasa tidak nyaman pada lambung kendati mengonsumsinya dalam porsi yang lebih sedikit. Oleh sebab itu, penting untuk memantau reaksi tubuh seusai minum kopi.
Apa yang bisa dilakukan jika kopi membuat gelisah? Jika merasa lebih cemas setelah minum kopi, langkah awal yang dapat diambil adalah meninjau ulang takaran kafein yang dikonsumsi dalam sehari. Coba turunkan porsi asupannya secara bertahap, khususnya bila sebelumnya terbiasa menenggak kopi dalam kuantitas tinggi.
Mengurangi kafein secara perlahan dapat membantu menjauhkan diri dari gejala putus kafein seperti pusing dan rasa lelah. Kopi biasa pun dapat disubstitusi dengan alternatif rendah kafein ataupun bebas kafein.
Selain kopi, cermati pula sumber kafein lain seperti teh, minuman berenergi, minuman bersoda, cokelat, ataupun obat-obatan tertentu. Apabila rasa cemas, jantung berdebar, atau serangan panik terus timbul serta mengganggu aktivitas harian, sebaiknya jangan hanya menganggapnya sebatas efek samping kopi. Diskusikan kondisi tersebut dengan dokter ataupun tenaga kesehatan mental guna mengetahui akar masalah serta penanganan yang pas.