Penjualan Motor Listrik Nasional Turun Drastis, Konsumen Pilih Menunggu Insentif

Penjualan Motor Listrik Nasional Turun Drastis, Konsumen Pilih Menunggu Insentif

ONLINEKINI.ID — Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar motor listrik dalam negeri sedang tertekan. Realisasi penjualan hingga bulan kedelapan tahun ini baru menyentuh kisaran 25.000 unit, jauh tertinggal dibandingkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mengungkapkan angka tersebut baru sekitar 30-40 persen dari total penjualan tahun lalu. Padahal, minat konsumen terhadap kendaraan listrik sebenarnya masih ada.

Isu Subsidi yang Tak Kunjung Pasti Membuat Pasar Menunggu

Budi menilai penyebab utama penurunan ini bukan kurangnya peminat, melainkan ketidakpastian kebijakan insentif. Wacana subsidi yang muncul silih berganti justru membuat calon pembeli bersikap wait and see.

"Turunlah, karena isu menyangkut masalah subsidi kan sering banget ya. Ya makin sering disampaikan semakin masyarakat nunggu kan," kata Budi kepada CNBC Indonesia, Senin (24/8).

Informasi yang berubah-ubah mengenai skema bantuan pemerintah memberikan alasan bagi konsumen untuk menunda pembelian. Situasi ini mengulang pola yang sama seperti periode sebelumnya, ketika pasar sempat lesu karena menanti kepastian regulasi.

Industri Mampu Produksi, Tapi Permintaan Tak Bergerak

Budi menjelaskan, kapasitas produksi pabrikan motor listrik sebenarnya jauh di atas permintaan saat ini. Namun kemampuan tersebut tidak otomatis menjadi penjualan selama pasar masih menunggu kepastian kebijakan.

"Cuma kalau di awal tahun disampaikan kemudian enggak ada isu lagi mungkin masyarakat sudah lupa tentang adanya kemungkinan skema subsidi. Lah ini hampir berapa bulan sekali, ya enggak tahu juga," ujarnya.

Menurut Budi, pasar akan bergerak lebih baik apabila pemerintah menyampaikan informasi insentif sekali saja lalu langsung diikuti keputusan yang jelas. Dengan begitu, konsumen tidak terus berada dalam posisi menunggu dan industri bisa memanfaatkan kapasitas produksinya secara maksimal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index