Drone Helikopter Bensin Iveda GX10-F100 Terbang 150 Menit, Angkut Beban 9 Kg

Drone Helikopter Bensin Iveda GX10-F100 Terbang 150 Menit, Angkut Beban 9 Kg

ONLINEKINI.ID — Iveda, perusahaan teknologi asal Arizona, Amerika Serikat, resmi meluncurkan pesawat nirawak (UAV) rotary-wing terbaru mereka, GX10-F100. Unit ini menyasar operasi logistik militer, pengintaian, dukungan komunikasi, dan misi lain yang menuntut durasi penerbangan panjang. Klaim utamanya: mampu bertahan di udara selama 150 menit berkat mesin bensin, bukan motor listrik.

Spesifikasi GX10-F100: Mesin Bensin, Bodi Karbon, dan Jangkauan 30 Km

Dimensi GX10-F100 disebut setara helikopter kompak, dengan panjang 72 inci dan rentang rotor 72 inci. Tangki bahan bakarnya berkapasitas 1,43 galon untuk memasok mesin pembakaran internalnya. Kecepatan maksimumnya mencapai 68 mph (sekitar 109 km/jam), dengan jangkauan operasional 19 mil (sekitar 30 kilometer).

Bodi pesawat memakai rangka serat karbon semi-simetris. Material ini dipilih agar drone tahan terhadap kondisi angin kencang dan lingkungan korosif, seperti area pesisir atau medan terpencil. Sistem propulsi bensin memang menghadirkan tantangan logistik tersendiri dibandingkan baterai, tetapi menjadi trade-off yang harus diterima untuk mendapatkan durasi terbang yang jauh lebih lama.

Fitur Otonom untuk Misi Pengawasan dan Penanggulangan Bencana

Iveda membenamkan perangkat lunak otonom ke dalam GX10-F100. Sistem ini mendukung siaran video langsung, panduan rute, dan pelacakan objek tanpa perlu kendali manual terus-menerus. Artinya, operator bisa fokus pada analisis data intelijen, sementara drone mengikuti jalur yang sudah diprogram.

Perusahaan menyebut aplikasi potensialnya mencakup patroli perbatasan, layanan darurat, inspeksi infrastruktur, keselamatan publik, hingga pekerjaan arsitektur. “Operator misi kritis selama ini dipaksa bekerja dalam keterbatasan sistem drone yang tidak pernah dirancang untuk lingkungan tempat mereka beroperasi. Lini helikopter baru ini dibuat untuk memecahkan masalah itu,” ujar David Ly, CEO dan Founder Iveda, dalam pernyataan resmi.

Siapa yang Boleh Membeli dan Bagaimana Distribusinya?

Tidak semua orang bisa membeli unit ini. Iveda membatasi penjualan untuk lembaga tanggap darurat yang disetujui, perusahaan infrastruktur, dan pilot militer. Pemerintah yang memenuhi syarat dapat memperoleh GX10-F100 melalui GlobalMed di bawah pengaturan logistik federal. Pilot berkualifikasi juga bisa membeli unit secara langsung.

Pembatasan ini mengikuti kepatuhan terhadap persyaratan pengadaan federal untuk akuisisi pertahanan. Konsekuensinya, tidak semua pemerintah di dunia memenuhi syarat pembelian, karena sebagian masuk daftar hitam keamanan nasional. Skema distribusi ini menempatkan GX10-F100 di pasar yang mengutamakan ketahanan, kapasitas muatan, dan kelayakan pengadaan—bukan sekadar kemampuan sensor.

Catatan Kritis: Performa Nyata Masih Perlu Pembuktian

Iveda belum merilis hasil uji independen yang membuktikan angka 150 menit tersebut dapat dicapai dalam kondisi muatan maksimum. Faktor ini penting karena performa pesawat bisa berubah drastis saat membawa peralatan berat, melawan arah angin, atau menjalankan misi otonom berulang. Durasi terbang yang diklaim kemungkinan besar diukur dalam kondisi ideal tanpa beban penuh.

Perusahaan juga mengungkapkan rencana untuk mengonversi helikopter ukuran penuh yang sudah pensiun menjadi pesawat otonom. Proyek tersebut, jika terealisasi, akan masuk kelas aviasi nirawak yang jauh lebih besar daripada GX10-F100. Untuk saat ini, GX10-F100 menjadi tiket masuk Iveda ke pasar drone militer dan pemerintahan yang berfokus pada durasi terbang panjang. Apakah ketahanan itu cukup untuk menjadi keunggulan di medan perang, jawabannya bergantung pada reliabilitas mesin, performa muatan, dan kondisi operasi aktual di lapangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index