JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendarat di Vladivostok International Airport, Rusia, Rabu (2/9/2026) jam 10.28 waktu setempat. Kedatangan ini berlangsung seusai Kepala Negara berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa 1 September 2026 jam 23.20 WIB atau 01.20 waktu Vladivostok.
Setelah menempuh penerbangan selama 8 jam di udara, Prabowo disambut oleh Vice Governor of Primorye Region Said Yusupov, Minister Of Foreign Relations of Vladivostok Konstantin Sidorenko, Duta Besar RI untuk Rusia Y.M. Jose Tafares, Athase Pertahanan Moscow Marsma TNI Budi Susilo, serta Konsul Kehormatan RI di Vladivostok Anton Zubkho.
Kedatangan Prabowo ke Vladivostok dihajatkan guna menghadiri Eastern Economic Forum / EEF ke-11 selaku tamu kehormatan utama. Forum tersebut digelar di Far Eastern Federal University pada 2–3 September 2026 yang mengusung tema “Far East: Development for the Benefit of the People”.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa undangan tersebut disampaikan secara langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin,” kata Teddy dalam keterangan tertulis, Rabu 2 September 2026.
Momen ini menjadi kali kedua Prabowo didapuk sebagai tamu kehormatan pada gelaran forum ekonomi besar di Rusia. Sebelumnya Prabowo sempat berpartisipasi dalam St. Petersburg International Economic Forum pada tahun lalu.
“Ini kali kedua Presiden Prabowo dipercaya menjadi tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang diselenggarakan oleh Rusia, setelah sebelumnya pada tahun lalu hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF),” lanjut Teddy.
Merujuk pada paparan Seskab, pihak Rusia memandang Indonesia selaku mitra strategis di kawasan Asia-Pasifik. Kedudukan Indonesia sebagai bagian dari anggota Asean, keterwakilan Global South, serta negara dengan populasi Muslim terbesar turut menjadi faktor pertimbangan.
“Indonesia dipandang Rusia sebagai salah satu mitra utama dan strategis di Asia-Pasifik, anggota Asean yang dihormati, serta salah satu negara penting yang merepresentasikan Global South dan dunia Muslim. Ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global,” ujar Teddy.
Di sela perhelatan EEF, pihak pemerintah bakal menggenjot kerja sama bilateral yang lebih nyata, utamanya pada sektor ekonomi, niaga, penanaman modal, energi, serta bidang strategis lainnya.
“Politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif. Bapak Presiden Prabowo membangun hubungan baik dengan semua negara, memperluas persahabatan, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat,” tutur Teddy.
Rombongan yang turut mendampingi Presiden terdiri atas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Seskab Teddy Indra Wijaya.
Keberangkatan Presiden sebelumnya dilepas oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri PKP Maruarar Sirait, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Muhammad Herindra.