Pelatih Senior Iwan Setiawan Tutup Usia, Eddy Syah Kenang Ketegasannya

Pelatih Senior Iwan Setiawan Tutup Usia, Eddy Syah Kenang Ketegasannya
Iwan Setiawan [FOTO: NET].

JAKARTA - Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka atas meninggalnya pelatih senior Iwan Setiawan pada Kamis (3/9/2026) di usia 68 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh sesama pelatih, Rudy Eka Priyambada, melalui unggahan akun Instagram pribadinya.

 Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa mendalam sembari mengenang dedikasi almarhum selama membina karier kepelatihan nasional.

"Inalilahi wainalilahi rodjiun. Selamat Jalan Ayah Iwan Setiawan. Pertemuan kita terakhir di NFP (National Football Philosophy) Jogja kemarin," tulis Rudy Eka Priyambada.

Pandangan Eddy Syah Terhadap Mendiang

Penggiat komunitas sepak bola nasional, Eddy Syah, turut mengenang almarhum sebagai sosok pelatih yang cerdas dan berpendirian kuat.

"Coach lwan adalah sosok pelatih yang cerdas dan tegas," kata Eddy Syah saat dihubungi KOMPAS.com melalui WhatsApp, Kamis (3/9/2026). "Saya mengenal beliau sejak beliau sebagai pemain junior di tahun 1980-an, puluhan tahun yang lalu dan kebetulan kami sama-sama berasal dari Aceh."

Gaya bertanding yang keras tanpa kompromi terus dipertahankan saat almarhum beralih peran menjadi pelatih di kompetisi Liga Indonesia. Kedisiplinannya membuat almarhum sangat tidak menyukai pemain yang malas.

"Gaya bermain nya dulu sangat lugas, gak ada takut-takut nya, kalo istilah kami bola boleh lewat tapi tidak (dengan) orang nya," lanjutnya.

Di balik ketegasannya, almarhum dikenal hangat di lingkungan para sahabat.

"Style lugas dan disiplin tersebut terbawa hingga beliau menjadi pelatih. Tidak ada pemain malas yang betah sama beliau, kalau ada pemain malas-malasan pasti di sikat."

"Iwan adalah sosok yg selalu hangat pada teman-teman nya, dan kalo ngomong suka ceplas ceplos. Bagi saya, lwan adalah salah satu sahabat terbaik saya," pungkasnya.

Rekam Jejak Karier

Lahir di Medan pada 5 Juli 1958, almarhum memiliki rekam jejak panjang di kancah sepak bola, baik sewaktu menjadi pemain yang membela klub legendaris seperti Pelita Jaya, Arseto Solo, hingga Persija Jakarta.

Setelah pensiun sebagai pemain, almarhum merambah dunia kepelatihan dan sempat menangani tim junior Persija Jakarta, tim senior Persija Jakarta, PSMS Medan, Pusamania Borneo FC (sekarang Borneo FC), hingga Persebaya Surabaya. Salah satu raihan prestasinya adalah membawa Borneo FC menjuarai Liga Indonesia kasta kedua pada musim 2013-2014.

Persija Junior (1997)

Persikabo Bogor (1998)

Persija Jakarta (2001)

Persijatim Solo (2002)

Persekaba Bandung (2002)

Timnas U17 Indonesia (2004-2005)

Persibom Bolaang Mongondow (2006-2007)

PSM Medan (2008)

Persibom Bolaang Mongondow (2009)

Persija Jakarta (2011-2012)

Pusamania Borneo FC (2014-2015)

Persela Lamongan (2015)

Persebaya Surabaya (2017)

Borneo FC (2017-2018)

Persela Lamongan (2021-2022)

Persibo Bojonegoro (2023-2025)

Persema Malang (2026)

Sriwijaya FC (2026)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index