JAKARTA - Produsen aksesori pelindung gawai Rhinoshield memiliki trik unik dalam membuktikan ketangguhan produk buatan mereka. Bukannya sekadar menggelar drop test pada jarak normal, mereka membalut iPhone 17 Pro menggunakan pelindung andalan lalu menjatuhkannya dari ketinggian melampaui 100.000 kaki atau 30,6 km.
Aksi berani ini direalisasikan Rhinoshield lewat kolaborasi bersama Sent Into Space, sebuah entitas kedirgantaraan asal Inggris. Ide ini muncul sesudah Rhinoshield meluncurkan seri case AirX yang memadukan daya tahan benturan dengan kemudahan daur ulang.
Rhinoshield membeberkan bahwa rancangan case AirX terinspirasi dari mekanisme airbag pada mobil serta sistem bantalan udara gawai olahraga. Mereka menyatukan struktur tersebut guna meredam benturan ekstrem.
iPhone 17 Pro dengan balutan case AirX diterbangkan menuju area stratosfer pada ketinggian 100.418 kaki atau sekitar 30.607 meter menggunakan balon udara—tiga kali melampaui ketinggian penerbangan pesawat komersial. Ponsel lantas dilepas begitu saja tanpa perlengkapan parasut.
Menakjubkannya, iPhone 17 Pro tersebut dapat menyala serta beroperasi normal meski baru melewati jatuh bebas dari titik ekstrem. Aksi unik ini sukses menorehkan nama di Guinness World Records sebagai aksi mendaratkan ponsel berpelindung dari tempat tertinggi ke area alami.
Demi memenuhi kriteria rekor tersebut, pihak Guinness World Records mewajibkan ponsel terjun bebas tanpa parasut dan bagian pelindung mesti menyentuh area daratan secara langsung terlebih dahulu.
Tantangan uji coba ini tak sekadar menahan benturan fisik. Pada ketinggian puluhan kilometer di atas permukaan Bumi, tingkat suhu beserta tekanan udara sangat kontras dibanding kondisi daratan.
Pihak Rhinoshield menyatakan timnya sempat melangsungkan serangkaian pengujian suhu sub-nol serta simulasi tekanan tinggi demi mempersiapkan kondisi pelindung dan ponsel sebelum aksi pemecahan rekor dieksekusi.
Tantangan tim Rhinoshield belum selesai begitu iPhone 17 Pro sukses dijatuhkan ke Bumi. Mereka menerbangkan ponsel tersebut dari kawasan dekat Pusat Antariksa Esrange, sebuah area steril di Swedia utara yang lazim dipakai untuk aktivitas kedirgantaraan. Wilayah ini dipilih lantaran minim pemukiman guna menekan risiko cedera bagi warga.
Saking luasnya hamparan lokasi pendaratan, tim gabungan Rhinoshield dan Sent Into Space sempat kerepotan mengacak posisi iPhone tersebut. Meski telah memangkas radius pencarian menjadi dua kilometer, tim tetap menghabiskan waktu lebih dari lima jam menyusuri kawasan hutan belantara. Sewaktu iPhone 17 Pro akhirnya ditemukan, perwakilan Guinness World Records mengonfirmasi ponsel tersebut selamat tanpa kerusakan fisik.