JAKARTA — Dahak atau lendir pada dasarnya memegang fungsi yang krusial untuk tubuh. Cairan pekat dan licin ini menjadi bagian dari benteng pertahanan tubuh karena bertugas mengikat mikroorganisme, debu, serta benda asing agar tidak menembus lebih jauh ke saluran pernapasan.
Akan tetapi, penumpukan dahak yang kelewatan bisa mengakibatkan hidung mampet, peradangan tenggorokan, sampai memicu sesak saat bernapas. Asupan makanan dan minuman harian pun memegang andil pada kondisi tersebut. Sederet makanan sanggup mengencerkan dahak atau menekan faktor pencetusnya, sedangkan jenis makanan lain justru berisiko memperparah keluhan.
Dikutip dari Everyday Health, sebenarnya tidak ada pola makan yang bisa bikin tubuh benar-benar bersih dari dahak. Kendati demikian, terdapat beberapa varian makanan yang sanggup membantu tatkala produksi dahak terasa kian berlebihan.
Nikmatnya semangkuk sup ayam hangat kala mengalami flu rupanya tak cuma berguna sebagai santapan penghangat tubuh semata. Kuah kaldu dan sup berkuah sarat akan nutrisi sekaligus sanggup melarutkan dahak serta meredakan hidung tersumbat.
Konsumsi sup juga membantu menyokong kebutuhan cairan harian. Kondisi tubuh yang terhidrasi secara optimal akan mempermudah proses pembuangan dahak.
Minum air putih, teh, serta cairan lain yang menjaga hidrasi mampu mengencerkan lendir yang mengendap di area tenggorokan maupun paru-paru sekaligus menghalau dehidrasi.
Tegukan minuman hangat pun dapat diandalkan untuk menenangkan rasa perih di tenggorokan yang mengalami iritasi.
Kandungan asam lemak omega-3 tergolong jenis lemak tak jenuh yang bermanfaat mengontrol peradangan di dalam tubuh. Peradangan ini sendiri kerap kali berhubungan dengan lonjakan produksi lendir.
Pengujian skala kecil pada penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) mengindikasikan bahwa responden dengan kadar omega-3 plasma lebih tinggi mencatatkan nilai kualitas hidup terkait paru-paru yang lebih memuaskan, termasuk dalam aspek kontrol dahak.
Namun, pengujian tersebut bersifat observasional dengan jumlah sampel yang terbatas sehingga masih memerlukan kajian lebih mendalam.
Bahan pangan sumber omega-3 di antaranya ikan berlemak seperti salmon, herring, dan sarden, hingga kenari, biji rami, kedelai, minyak kanola, serta chia seed.
Varian tanaman allium seperti bawang merah, daun bawang, bawang putih, dan bawang bombai berpotensi meredakan peradangan yang memicu timbulnya lendir berlebih.
Sejumlah pengujian mendapati tumbuhan allium mempunyai khasiat antiinflamasi. Meski begitu, bukti mengenai dampak langsungnya terhadap penurunan dahak masih membutuhkan pengujian lanjutan.
Buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, serta kacang-kacangan juga bisa dijadikan opsi yang tepat. Sejumlah pengujian mengindikasikan serat makanan berpotensi mengendalikan produksi dahak, menguatkan sistem imun, serta menekan risiko penyakit paru obstruktif kronis.
Walau begitu, penelitian lanjutan masih diperlukan guna membuktikan korelasi langsung antara konsumsi serat dengan berkurangnya batuk berdahak maupun gangguan pernapasan.
Di samping santapan yang membawa manfaat, terdapat pula beberapa varian makanan dan minuman yang patut diwaspadai tatkala produksi dahak sedang melimpah.
Orang yang sensitif atau mengalami intoleransi histamin wajib mencermati konsumsi makanan tinggi histamin lantaran sanggup memacu pembentukan lendir. Beberapa di antaranya yakni ikan kaleng, bayam, keju hasil fermentasi, buttermilk, susu berperisa, krim asam, daging olahan, yogurt, serta sauerkraut.
Kendati demikian, masalah intoleransi histamin terhitung lumayan langka dan diperkirakan berkat pengikisan enzim tertentu pada sistem pencernaan.
Bagi sebagian individu, munculnya dahak di tenggorokan bagian belakang bisa berkaitan dengan masalah refluks asam seperti GERD atau laryngopharyngeal reflux.
Cokelat sanggup melemahkan fungsi sfingter esofagus bagian atas maupun bawah. Saat mekanisme tersebut mengendur, asam lambung bakal lebih gampang naik menuju kerongkongan dan tenggorokan.
Muasal tersebut sanggup memicu suara parau, radang tenggorokan, heartburn, batuk menahun, hingga penumpukan dahak di tenggorokan belakang.
Kandungan kafein turut berpotensi melonggarkan sfingter esofagus sehingga melapangkan jalan bagi asam lambung untuk naik ke kerongkongan dan tenggorokan.
Iritasi akibat naiknya asam lambung ini kelak dapat memicu kemunculan dahak.
Serupa dengan pencetus refluks lainnya, alkohol dapat melemahkan sfingter esofagus yang berujung pada meningkatnya risiko iritasi serta dahak.
Minum alkohol secara berlebihan juga memicu dehidrasi. Padahal, tubuh yang cukup cairan sangat dibutuhkan agar dahak tetap cair sehingga gampang dibuang.
Soda maupun minuman berkarbonasi lainnya patut diwaspadai, terutamanya bagi penderita gangguan refluks.
Minuman berkarbonasi dapat memicu heartburn pada sebagian orang dan secara tak langsung memperparah keluhan dahak yang dipicu oleh refluks.
Olahan pangan tinggi lemak, garam, atau bumbu rempah tertentu bisa menjadi pemantik GERD pada sebagian orang.
Sajian tersebut mencakup gorengan, pizza, makanan cepat saji, keripik, serta daging berlemak seperti bacon.
Pangan tinggi lemak juga memperlambat laju pencernaan sehingga makanan mengendap lebih lama di lambung. Maka dari itu, jenis makanan ini sebaiknya tak dikonsumsi secara berlebihan, utamanya tatkala mendekati waktu tidur.
Deretan makanan lain yang sanggup menyulut refluks dan berisiko menimbulkan keluhan dahak di antaranya gorengan, bubuk cabai atau lada, tomat, buah-buahan sitrus, peppermint, daging berlemak, serta keju.
Susu beserta produk turunannya acap kali dituding sebagai santapan yang melejitkan produksi lendir. Namun, prasangka tersebut rasanya tidak sepenuhnya tepat.
Produk olahan susu mempunyai tekstur yang tergolong licin atau kental sehingga menghadirkan sensasi seolah terdapat lebih banyak dahak di mulut atau tenggorokan. Artinya, sensasi itu tak serta-merta menandakan susu meningkatkan pembentukan lendir.
Akan tetapi, hal berbeda berlaku untuk individu yang mengidap alergi susu atau makanan tertentu. Reaksi alergi memang sanggup memicu lonjakan lendir yang berujung pada hidung tumpat atau gangguan pernapasan.
Selain faktor makanan, produksi lendir berlebih bisa pula dipicu oleh pilek, flu, infeksi sinus, asma, penyakit paru obstruktif kronis, paparan asap serta polusi, hingga respons imun terhadap alergen.
Bila dahak tak kunjung mereda, beberapa trik lain yang disarankan yakni memanfaatkan humidifier berkabut dingin, memakai semprotan hidung saline, berkumur dengan air garam hangat, serta membuang dahak lewat batuk yang terkontrol.
Penggunaan obat dekongestan bebas juga bisa menjadi opsi pada situasi tertentu, tetapi ada baiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.