Kinerja Solid OMED Kejar Target Pendapatan Rp2,3 Triliun 2026

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:02:31 WIB
Salah satu kegiatan produksi di pabrik PT Jayamas Medica Industri.

JAKARTA — PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,17 triliun pada semester I 2026, atau melonjak 26 persen secara tahunan.

Perseroan mengaku optimis sanggup merealisasikan target pendapatan sekitar Rp2,3 triliun sampai akhir tahun nanti.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, OMED mengantongi penjualan bersih Rp1,16 triliun dalam rentang 6 bulan pertama 2026, naik signifikan dari Rp925,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tersebut didorong oleh lonjakan permintaan di lini produk utama serta ekspansi jaringan distribusi dan ritel yang kian masif.

Manajemen OMED menyampaikan bahwa pencapaian pada semester I 2026 ini menegaskan operasional perseroan tetap tangguh di tengah dinamika industri alat kesehatan.

"Target dan panduan kinerja tahun 2026 masih on track, yaitu pendapatan sekitar Rp2,3 triliun atau tumbuh 10%–15% YoY, margin laba bruto pada kisaran awal 30%, serta penjualan ekspor sebesar US$1 juta hingga US$1,5 juta," jelas manajemen dalam siaran pers, Minggu (2/8/2026).

Seiring melesatnya angka penjualan, laba usaha OMED terkerek 42,3 persen menjadi Rp231,5 miliar dibanding Rp162,7 miliar pada semester I 2025.

Laba bersih perusahaan tumbuh lebih tinggi, yaitu melonjak 43,2 persen menjadi Rp221,5 miliar dari posisi Rp154,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba per saham dasar (EPS) juga ikut terkerek naik menjadi Rp8,12 per saham dibandingkan sebelumnya Rp5,68 per saham.

Mengenai profitabilitas, margin laba kotor naik menjadi 35,9 persen dari 33,8 persen, margin laba usaha merangkak ke 19,8 persen dari 17,6 persen, sementara margin laba bersih membaik jadi 19 persen dari 16,7 persen.

Manajemen memaparkan kenaikan margin didukung kontribusi item bermargin tinggi, perbaikan bauran produk, pertumbuhan penjualan yang melampaui beban usaha, keuntungan selisih kurs, serta efisiensi operasional secara konsisten.

Dilihat dari lini bisnisnya, produk Bioteknologi dan Laboratorium mencetak kenaikan penjualan tertinggi sebesar 93,6 persen.

Selanjutnya, Barang Medis Habis Pakai (BMHP) tumbuh 30,2 persen dan produk Perawatan Luka meningkat 23,5 persen.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memperkuat portofolio produk yang bernilai tambah lebih tinggi.

Di sisi lain, segmen ritel menjadi saluran distribusi dengan laju pertumbuhan paling cepat.

Penjualan ritel menembus Rp135,1 miliar pada semester I 2026, naik 35,4 persen dari Rp99,8 miliar pada periode sama tahun lalu seiring besarnya kontribusi lini ini terhadap total omzet.

Menghadapi paruh kedua tahun ini, OMED tetap memandang prospek industri alat kesehatan nasional secara positif meski masih dibayangi tantangan seperti ketidakpastian geopolitik, tekanan harga energi, dan fluktuasi nilai tukar rupiah

Terkini