Penjualan Kalbe Farma Naik 14,04 Persen Pada Semester I 2026

Senin, 03 Agustus 2026 | 04:24:32 WIB
PT Kalbe Farma Tbk.

JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) membukukan penurunan laba bersih sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Meskipun berhasil mengantongi pertumbuhan penjualan dua digit, lonjakan beban penjualan memaksa KLBF menerima koreksi bottom line sebesar 2,80% secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, KLBF mencatatkan penjualan mencapai Rp19,47 triliun pada paruh pertama 2026. Angka tersebut naik 14,04% year-on-year (YoY) dibandingkan capaian Rp17,07 triliun pada periode sama tahun 2025.

Pertumbuhan pendapatan perseroan ini didorong oleh peningkatan performa di seluruh lini bisnis.

Pada segmen obat resep, KLBF meraih penjualan Rp5,30 triliun, produk kesehatan Rp2,70 triliun, nutrisi Rp4,26 triliun, serta lini distribusi dan logistik menyumbang Rp7,20 triliun selama semester I 2026.

Seiring kenaikan omzet, beban pokok penjualan KLBF membengkak 20,71% YoY menjadi Rp12,16 triliun per Juni 2026 dari sebelumnya Rp10,07 triliun.

Kendati demikian, Kalbe masih mengamankan kenaikan laba kotor menjadi Rp7,31 triliun dari posisi Rp7 triliun pada paruh pertama tahun lalu.

Namun, peningkatan beban penjualan menjadi Rp3,85 triliun dari sebelumnya Rp3,58 triliun berimbas pada tergerusnya laba bersih perseroan.

Laba bersih Kalbe terkikis dari Rp1,97 triliun pada enam bulan pertama 2025 menjadi Rp1,91 triliun pada semester I 2026.

Dari sisi posisi keuangan, total aset KLBF tumbuh menjadi Rp33,07 triliun per Juni 2026. Liabilitas meningkat menjadi Rp7,31 triliun, sementara ekuitas terangkat naik mencapai Rp25,76 triliun.

Terkini