Lippo Karawaci Catat Prapenjualan Rp3,7 Triliun Pada Semester I 2026

Senin, 03 Agustus 2026 | 04:34:02 WIB
Lippo Mall Milik PT Lippo Karawaci Tbk.

JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) membukukan prapenjualan (marketing sales) senilai Rp3,70 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut setara 62% dari target tahunan perseroan yang ditetapkan sebesar Rp6 triliun.

Pencapaian ini ditopang oleh tingginya permintaan terhadap hunian tapak, terutama di segmen rumah terjangkau dan menengah.

CEO LPKR John Riady menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan tren positif pada lini bisnis real estate perseroan yang didorong oleh pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir (end-user).

"Momentum positif yang terus berlanjut pada bisnis real estate, dengan pra penjualan mencapai Rp3,70 triliun atau setara 62% dari target sepanjang tahun. Permintaan tetap didominasi oleh hunian tapak, khususnya pada segmen rumah terjangkau dan menengah yang menjadi fokus utama strategi kami," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).

John menambahkan bahwa perseroan akan konsisten memprioritaskan penyelesaian proyek township dengan menjaga kehati-hatian pengelolaan modal dan operasional.

Sektor hunian tapak menyumbang porsi terbesar hingga 79% dari total marketing sales, ditopang oleh peluncuran Park Serpong Phase 7 dan Phase 8.

Pengembangan tersebut merilis deretan varian produk seperti Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops untuk menjangkau segmen pasar terjangkau.

Di lingkungan entitas induk, penjualan rumah tinggal menyumbang Rp2,22 triliun, diikuti unit komersial Rp464 miliar, lahan kavling Rp30 miliar, serta area pemakaman San Diego Hills Rp65 miliar.

Perseroan turut mencatat bahwa 72% skema pembelian rumah dilakukan melalui fasilitas KPR, mempertegas dominasi pembeli end-user.

Dari segi kinerja keuangan, LPKR mengantongi pendapatan neto Rp3,53 triliun pada semester I 2026, terkoreksi 12,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,03 triliun.

Walaupun demikian, laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk melesat 179,6% menjadi Rp385,44 miliar dari posisi Rp137,90 miliar.

EBITDA perseroan juga meningkat 20% menjadi Rp754 miliar, dengan posisi kas kasir per Juni 2026 mencapai Rp1,41 triliun.

Pada bisnis lifestyle, LPKR membukukan pendapatan Rp605 miliar, laba kotor Rp490 miliar, dan EBITDA Rp236 miliar atau naik 11% secara tahunan, serta laba bersih segmen tumbuh menjadi Rp131 miliar.

Dari operasional pendukung, rata-rata tarif kamar hotel relatif stabil di kisaran Rp635.000 dengan okupansi 54%, sementara kunjungan ke pusat perbelanjaan LPKR naik 1% menjadi 11,2 juta pengunjung per bulan.

Terkini