HRTA Siap Jadi Pemasok Emas Domestik untuk Bullion Bank Indonesia

Selasa, 04 Agustus 2026 | 01:14:01 WIB
Ilustrasi Emas.

JAKARTA - PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) menilai pengembangan bullion bank atau bank emas di Indonesia sanggup membuka peluang besar bagi penguatan ekosistem industri emas nasional.

Perseroan pun memosisikan diri sebagai salah satu pemain strategis yang dapat memasok emas domestik untuk mendukung operasional bullion bank.

Dalam paparan perusahaan, HRTA menyebut bullion bank berperan mengubah emas dari sekadar komoditas fisik menjadi aset keuangan sehingga mampu meningkatkan likuiditas, menciptakan mekanisme pembentukan harga yang lebih transparan, serta mempertahankan nilai tambah di dalam negeri.

Manajemen HRTA menilai Indonesia memiliki sumber daya emas yang besar dengan estimasi cadangan mencapai 3.600 ton dan produksi sekitar 140,1 ton per tahun.

Namun, sebagian besar rantai nilai industri emas masih belum dimanfaatkan secara optimal.

"Di sisi lain, Indonesia masih mengimpor produk bullion senilai lebih dari US$2 miliar per tahun meski ekspor emas mencapai lebih dari US$5 miliar," jelas HRTA.

Menurut HRTA, optimalisasi ekosistem bullion bank berpotensi membuka nilai ekonomi industri emas hingga Rp500 triliun.

Selain itu, penguatan rantai pasok emas nasional juga diperkirakan dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB) sebesar 1,3 persen serta menciptakan lebih dari 800.000 lapangan kerja baru.

Dalam ekosistem tersebut, HRTA menilai perseroan memiliki posisi strategis untuk menjadi pemasok emas domestik bagi bullion bank.

Perseroan didukung model bisnis yang terintegrasi dari pemurnian, manufaktur hingga distribusi, kapasitas produksi yang dapat mencapai 60 ton per tahun, serta jaringan distribusi lebih dari 1.000 titik penjualan di seluruh Indonesia.

"Hartadinata berada pada posisi yang baik untuk menjadi pemasok emas domestik terpercaya bagi bullion bank melalui kemampuan manufaktur yang terintegrasi dari midstream hingga downstream, kapasitas produksi yang dapat ditingkatkan, serta akses pasar yang kuat," tulis manajemen HRTA.

Perseroan meyakini keterlibatan dalam ekosistem bullion bank dapat mendukung penggunaan sumber pasokan emas lokal, mengurangi ketergantungan terhadap impor bullion, serta memperkuat infrastruktur emas nasional.

HRTA juga tengah memperkuat fondasi untuk mendukung pengembangan bank emas.

Perseroan telah menjalin kerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. terkait peluncuran BSI Gold dan bekerja sama dengan Pegadaian dalam pembentukan bullion bank Indonesia.

Selain itu, HRTA juga sedang dalam proses memperoleh sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) untuk produk bullion yang diproduksi perseroan.

Untuk memperkuat rantai pasok, HRTA memiliki skema integrasi mulai dari pengadaan emas yang berasal dari penambang lokal, agregator emas daur ulang, maupun impor.

Perseroan kemudian melakukan proses pemurnian dan manufaktur, menyediakan fasilitas penyimpanan melalui entitas kustodian emas, hingga mendukung penyelesaian transaksi fisik bagi bullion bank dan investor institusi.

Integrasi tersebut akan memungkinkan HRTA mengambil peran lebih luas, tidak hanya sebagai produsen emas, tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur yang menopang keberlanjutan ekosistem bullion bank di Indonesia.

Terkini