JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming memastikan progres perbaikan infrastruktur sekolah di Provinsi Aceh terus berjalan usai diterjang bencana banjir pada November 2025 lalu. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh murid dapat mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan fasilitas yang layak.
Berdasarkan keterangan resmi dari Sekretariat Wapres yang diterima di Jakarta pada Jumat, Wapres Gibran Rakabuming mengecek langsung perkembangan pemugaran SD Negeri 7 Jangka di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Kamis (6/8). Sekolah tersebut sebelumnya sempat mengalami kerusakan sarana belajar serta bangunan fisik akibat diterjang banjir lumpur pada November 2025.
"Kebutuhan sekolahnya harus dipenuhi. Mau belajar pakai apa. Nanti dibantu, ya, Pak, dengan Pak Kadisnya (Kepala Dinas)," ujar Wapres kepada Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar yang turut mendampinginya.
Saat melakukan pemantauan, Wapres menyaksikan langsung progres pekerjaan renovasi yang tengah berlangsung sekaligus menyerap aspirasi dari tenaga pendidik serta pihak-pihak terkait. Wapres memastikan langkah pemulihan ini benar-benar mengakomodasi kebutuhan sekolah, sehingga aktivitas belajar-mengajar dapat kembali diselenggarakan secara aman, nyaman, dan maksimal bagi para siswa.
Gibran juga berpesan kepada Kepala Sekolah SDN 7 Jangka, Mariana, agar seluruh kebutuhan penunjang pembelajaran segera dilengkapi.
"Bu, nanti yang buku-buku segala macam harus dipenuhi, ya," pesannya.
Di sela kunjungan tersebut, Wapres menerima laporan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bireuen, Muslim, yang menyatakan bahwa progres pemugaran sekolah sudah menembus angka 86 persen dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada Oktober mendatang.
Dalam peninjauan itu, Wapres turut mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, para pendidik, hingga seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan fasilitas pendidikan.
Menurut Wapres, spirit kolaborasi tersebut amat krusial, meski ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang aman serta memadai tetap menjadi kewajiban negara.
Pada kesempatan terpisah, Wali Kelas V SD Negeri 7 Jangka Suhaiman memaparkan kondisi fisik sekolah usai bencana yang sempat menghambat kelancaran proses belajar-mengajar.
Suhaiman menceritakan bahwa setelah musibah terjadi pada tahun lalu, gedung sekolah tidak dapat difungsikan sama sekali dan berbagai peralatan rusak parah, termasuk perlengkapan meja, kursi, hingga buku-buku pelajaran yang hancur.
Saat ini, lanjut Suhaiman, sarana sekolah sudah jauh lebih baik sehingga para siswa dapat kembali menuntut ilmu dengan aman dan nyaman.
"Setelah renovasi ini kami sangat bersyukur. Berterima kasih kepada Bapak Wapres yang telah memberikan bantuan kepada kami, terutama fasilitas sekolah maupun renovasi gedung. Alhamdulillah hari ini kami sudah bisa menggunakan kembali. Semua masyarakat, khususnya masyarakat di sini sangat senang, sangat gembira karena siswa-siswa kami sudah bisa belajar seperti dulu lagi," tandasnya.