Wapres Gibran Minta Pembangunan Jembatan Teupin Mane Aceh Dipercepat

Jumat, 07 Agustus 2026 | 21:37:32 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau pembangunan Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Kamis (6/8/2026).

JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau proses rekonstruksi Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Kamis (6/8). Saat ini progres pengerjaan fisik jembatan telah menyentuh angka sekitar 45 persen dan diproyeksikan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Saat melakukan peninjauan langsung di Kecamatan Juli, Wapres menginstruksikan percepatan pemulihan sarana infrastruktur pascabencana. Meski begitu, faktor kekuatan serta mutu bangunan tetap harus diutamakan supaya sanggup bertahan menghadapi ancaman cuaca buruk.

"Kami cuma pengen antisipasi. Kalau nanti musim hujan, kesapu lagi, kan, sedih," kata Gibran dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnain menyampaikan bahwa pengerjaan kembali Jembatan Teupin Mane sangat vital demi menyambung kembali urat nadi transportasi Bireuen menuju Takengon yang sebelumnya terputus akibat diterjang bencana.

Zulkarnain menerangkan bahwa pengerjaan fisik telah menyentuh 45 persen dan komponen utama struktur jembatan ditargetkan dapat saling terhubung pada akhir Agustus 2026 mendatang sebelum dioperasikan penuh pada bulan Oktober.

"Arahan Pak Wapres tadi, semoga ini lebih cepat dan dengan mutu yang cukup," katanya usai mendampingi Wapres.

Di samping meninjau titik tersebut, Wapres sempat mengecek kondisi Jembatan Krueng Tingkeum sekaligus mendengarkan pemaparan teknis mengenai dinamika lapangan serta tahapan konstruksi dari tim pelaksana.

Gibran turut menyampaikan apresiasi atas kekompakan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, beserta jajaran terkait dalam mendorong percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Kehadiran pengerjaan kembali Jembatan Teupin Mane diharapkan mampu memulihkan kelancaran lalu lintas Bireuen ke wilayah dataran tinggi seperti Takengon. Dengan demikian, pergerakan warga dan perputaran ekonomi yang sempat lumpuh dapat segera kembali normal.

Terkini