Danantara Gandeng JBS Group Investasi Rp44,75 T Perkuat Sektor Pangan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:14:02 WIB
Warga melintas di depan Wisma Danantara Indonesia.

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui entitas Danantara Investment Management (DIM) meresmikan kerja sama strategis bernilai besar bersama JBS Group.

Melalui kucuran dana investasi awal mencapai 2,5 miliar dolar AS atau setara Rp44,75 triliun, Danantara secara resmi menguasai 25 persen porsi kepemilikan pada perusahaan patungan (joint venture/JV) yang mengelola jaringan operasional raksasa produsen protein tersebut di kawasan Australia serta Selandia Baru.

Sinergi bisnis yang mengusung potensi kapitalisasi hingga 5 miliar dolar AS ini menempatkan JBS Group sebagai mitra kunci dalam agenda Danantara untuk memperkokoh ketahanan pangan serta memajukan ekosistem industri protein di Indonesia.

"Kemitraan ini diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman sekaligus jalur distribusi dari perusahaan protein global terkemuka yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan jangka panjang sektor protein Indonesia,” kata Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir dalam keterangan resmi, Jumat (7/8/2026).

Menilik rekam jejaknya, JBS merupakan perusahaan multinasional berbasis di Brasil yang dikenal luas sebagai salah satu produsen komoditas pangan terbesar di tingkat global.

Entitas korporasi ini mengantongi pengalaman panjang di industri pengolahan pangan dengan rekam jejak operasional yang telah berjalan lebih dari 70 tahun.

Skala bisnis JBS di tingkat internasional tergolong sangat masif, di mana perseroan kini mengoperasikan lebih dari 250 unit usaha yang tersebar di negara-negara strategis seperti Amerika Serikat, Australia, hingga Kanada.

Dari aspek jangkauan pasar, berbagai produk olahan JBS telah merambah serta didistribusikan secara luas ke lebih dari 180 negara.

JBS mencatatkan kepemilikan tenaga kerja mencapai lebih dari 280.000 karyawan yang menjadi penopang utama aktivitas dan inovasi bisnis harian perusahaan.

Lini portofolio produk yang dipasarkan pun sangat beragam, membentang dari pasokan daging segar dan beku hingga jajaran produk makanan siap saji (ready-to-eat meals) yang didistribusikan lewat bermacam merek internasional.

Di negara asalnya, Brasil, JBS mempekerjakan sekitar 158.000 tenaga kerja dengan jaringan operasional domestik melingkupi lebih dari 137 fasilitas, mulai dari kantor administratif, pusat logistik, hingga jaringan gerai ritel Swift.

Lini bisnis utama perseroan di Brasil digerakkan melalui sejumlah merek dan unit usaha terkemuka, seperti Friboi, Seara, Swift, JBS Leather, JBS New Businesses, JBS Terminais, serta JBS Biotech.

Tidak terbatas pada sektor pangan dan protein, JBS turut melebarkan sayap operasionalnya ke berbagai industri pendukung guna mengoptimalkan nilai tambah rantai pasok sekaligus menerapkan prinsip keberlanjutan.

Perusahaan asal Amerika Selatan ini tercatat merambah lini industri kulit (leather), produksi biodiesel, kolagen, selongsong alami (natural casings), manufaktur kemasan logam, sektor transportasi, hingga bisnis pengelolaan limbah dan daur ulang.

Di pasar Indonesia sendiri, salah satu lini merek JBS yang telah beroperasi yakni JBS Safety, sebuah manufaktur pembuat sepatu keselamatan dan taktis buatan lokal. JBS Safety menyediakan beragam varian produk seperti safety sneakers, safety boots, sepatu taktis, serta pakaian pelindung kerja.

Terkini