JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) bakal mengakselerasi proses perampingan lini bisnisnya lewat pemangkasan 34 entitas perusahaan. Rangkaian program restrukturisasi ini dieksekusi melalui pembentukan Strategic Holding Organization yang ditargetkan selesai sepenuhnya pada 2027.
Saat ini Telkom membawahi sebanyak 67 entitas usaha, yang terdiri atas 58 anak perusahaan serta 9 penyertaan investasi minoritas. Sebagai bagian dari agenda streamlining, sebanyak 34 entitas dipangkas untuk membentuk postur organisasi yang jauh lebih ramping, efisien, dan berdaya saing.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, telah menggelar diskusi mendalam bersama jajaran manajemen Telkom. Pokok pembahasan berfokus pada eksekusi Strategic Holding Organization, percepatan program streamlining, hingga penguatan jalur kepemimpinan (leadership pipeline) guna memperkokoh tata kelola, sinergi bisnis, dan penciptaan nilai jangka panjang.
"Transformasi bukan soal mengubah struktur semata. Yang paling penting, perusahaan bisa bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan menciptakan nilai yang lebih besar," ujar Dony dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).
Menurut penjelasannya, langkah transformasi ini menjadi bagian integral dari ikhtiar BP BUMN bersama Danantara untuk mendorong Telkom bertransformasi menjadi korporasi digital nasional yang lebih adaptif serta berdaya saing di kancah global.
"Penyederhanaan struktur organisasi diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat fokus bisnis perusahaan," ungkapnya.
Di samping penyederhanaan hirarki organisasi, Dony menambahkan bahwa penguatan leadership pipeline turut menjadi pilar utama transformasi guna memastikan Telkom memiliki deretan talenta kepemimpinan yang siap mengarungi dinamika industri digital.
"Dengan struktur yang lebih sederhana, kepemimpinan yang kuat, dan portofolio bisnis yang lebih optimal, Telkom diharapkan mampu mempercepat inovasi serta memperkuat kontribusinya dalam mendukung transformasi digital Indonesia," tutupnya.