Pemerintah Identifikasi Lahan Potensial untuk Proyek PLTS 30 GW

Rabu, 19 Agustus 2026 | 00:27:32 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung.

JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung mengutarakan bahwasanya pemerintah telah selesai memetakan sejumlah lahan potensial guna menopang proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 30 gigawatt (GW).

Wamen Yuliot membeberkan, pemetaan area tersebut dilakukan dengan menyisir aneka aset, mencakup lahan di bawah pengelolaan negara hingga optimalisasi kawasan waduk.

"Untuk persiapan 30 gigawatt, ini kami juga sudah melakukan identifikasi lahan-lahan pemerintah yang bisa dimanfaatkan termasuk Bank Tanah yang dikelola oleh (Kementerian) ATR/BPN. Kemudian juga pemanfaatan waduk," ujar Yuliot ditemui usai acara Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di Jakarta, Rabu.

Yuliot menambahkan, selain memanfaatkan area perairan waduk, pihak pemerintah turut menyiapkan ketersediaan lahan-lahan negara demi menyukseskan target pembangunan PLTS berskala besar tersebut.

"Jadi kan dari Kementerian ATR sudah mengidentifikasi lahan yang siap digunakan sekitar 9.000 hektare," ujar Yuliot.

Menurut keterangannya, pemerintah gencar melakoni koordinasi antarkementerian untuk memastikan kesiapan lokasi tapak pembangunan PLTS, salah satunya mencakup pemanfaatan Waduk Saguling.

"Minggu kemarin, saya juga sudah melakukan koordinasi bersama-sama dengan Wamen Pekerjaan Umum. Itu juga untuk Saguling, itu izin pemanfaatan sumber daya airnya sudah bisa diterbitkan," katanya.

Khusus area Waduk Saguling, Yuliot memproyeksikan potensi daya listrik yang mampu dihasilkan berkisar antara 100 hingga 150 megawatt.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mendirikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 30 gigawatt (GW) sekaligus menyetop operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 13 GW pada tahun 2026.

Sewaktu menyampaikan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat (19/8), Prabowo menekankan bahwa pembangunan PLTS merupakan bagian integral dari strategi penguatan kemandirian energi nasional.

Presiden menggarisbawahi bahwa wilayah Indonesia dianugerahi kelimpahan sinar matahari sepanjang tahun. Potensi alam yang melimpah ini dinilai sangat ideal untuk menyuplai ketersediaan energi listrik, utamanya di daerah-daerah terpencil.

“Tidak masuk akal jika pulau-pulau terpencil kami terus menunggu kapal pembawa BBM solar untuk memperoleh listrik. Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien,” ujarnya.

Prabowo mengakhiri penjelasannya dengan menyatakan bahwa pemanfaatan PLTS bakal memperkokoh ketahanan energi nasional lantaran sanggup menekan ketergantungan pada BBM untuk pasokan pembangkit listrik.

Terkini