Cara Memilih Lipstik Harian Aman dan Bpom Menurut Dokter Kulit

Jumat, 21 Agustus 2026 | 02:00:32 WIB
ilustrasi lipstik [FOTO: NET].

JAKARTA - Lipstik menjadi salah satu produk perona bibir yang rutin dipakai hampir setiap hari. Selain memoles estetika wajah, riasan bibir saat ini hadir dengan aneka variasi formula, mulai dari lip balm, lip tint, lip gloss, hingga perona yang diperkaya nutrisi perawatan. Namun, melimpahnya opsi serta tawaran di kemasan kerap membuat konsumen bingung memilah produk mana yang aman untuk pemakaian harian.

Apalagi, sebagian sajian produk bibir bisa saja tanpa sengaja tertelan sewaktu makan, minum, atau ketika mengusap bibir. Lantas, poin apa saja yang mesti dicermati sewaktu memilih lipstik supaya tetap aman digunakan sehari-hari?

Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK (Sp.DVE), memaparkan bahwa faktor yang amat mendasar adalah memastikan produk mengantongi kejelasan produsen dan legalitas hukum, serta selaras dengan kebutuhan jenis kulit masing-masing.

Tips memilih lipstik yang aman dipakai sehari-hari:

1. Pastikan produk memiliki izin edar BPOM Arini mengimbau pembeli untuk mengecek terlebih dahulu ketersediaan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kejelasan status hukum menjadi salah satu pilar krusial lantaran produk tanpa registrasi menyimpan ancaman lebih tinggi membawa zat terlarang atau senyawa pencemar yang ukurannya tidak terpantau.

“Ini menurut saya jauh lebih penting dibanding mengejar klaim seperti ‘chemical-free’ atau ‘non-toxic’,” ujar dr. Arini, Kamis (20/8/2026).

Bagi konsumen Indonesia, pemeriksaan legalitas dapat dipraktikkan melalui pedoman Cek KLIK BPOM, yaitu mencermati Kemasan, Label, Izin Edar, beserta Kedaluwarsa.

2. Periksa komposisi produk Sebelum memutuskan membeli lipstik, konsumen wajib membiasakan diri membaca susunan formula yang tertera pada kemasan. Meski demikian, dr. Arini memberi peringatan agar publik tidak serta-merta menilai suatu zat berbahaya cuma karena namanya terdengar asing atau tergolong senyawa buatan.

“Natural tidak identik dengan aman, dan synthetic tidak identik dengan berbahaya,” katanya.

Setiap formula memiliki kegunaan, takaran konsentrasi, serta tingkat keamanan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, tingkat keamanan suatu produk tak bisa diukur sebatas dari ada atau ketiadaan satu bahan spesifik.

3. Pemilik bibir sensitif bisa memilih formula tanpa pewangi Bagi individu yang memiliki karakter bibir sensitif atau sering mendapati bibir gersang, gatal, pecah-pecah, hingga iritasi, pemilihan komposisi butuh perhatian ekstra.

Dokter Arini menuturkan racikan dengan kandungan fragrance dan flavor bisa memicu inflamasi maupun dermatitis kontak bagi sebagian orang.

“Untuk pasien dengan bibir sangat sensitif, dermatitis bibir, atau mudah mengalami cheilitis, saya memang lebih menyarankan produk yang fragrance-free dan flavor-free,” jelasnya.

Dengan demikian, varian perona tanpa wewangian dan perasa buatan bisa menjadi sarana tepat bagi pemilik masalah bibir reaktif.

4. Jangan mudah tergiur klaim “natural” atau “non-toxic” Label layaknya natural, organic, maupun non-toxic acap kali dianggap sebagai jaminan bahwa produk pasti aman. Padahal, menurut Arini, pandangan tersebut tak selamanya benar. Olahan bahan alami pun tetap berisiko menimbulkan respons alergi atau iritasi.

Deretan essential oil, pewangi alami, ekstrak peppermint, kayu manis, hingga perasan tumbuhan tertentu, misalnya, dapat menyulut dermatitis kontak bagi kulit reaktif. Sebaliknya, racikan bahan sintetis justru mampu menyajikan derajat kemurnian, kadar konsentrasi, serta standar keamanan yang terukur pas. Karena itu, pengguna ada baiknya tidak membeli produk cuma lantaran tergoda promosi pemasaran.

5. Perhatikan perubahan pada produk Di samping urusan ramuan, wujud fisik lipstik juga wajib diperhatikan. Jangan mengoleskan perona bibir yang sudah memperlihatkan keanehan aroma, pergeseran warna, atau perubahan tekstur adonan. Perubahan fisik tersebut menjadi indikator bahwasanya produk telah aus atau terkontaminasi kuman. Ada baiknya cermati pula penanggalan kedaluwarsa beserta keutuhan kemasan sebelum memoleskan produk.

6. Jangan berbagi lipstik dengan orang lain Perona dan perawat bibir yang dipoleskan langsung ke permukaan bibir sebaiknya tidak dipakai bergantian dengan orang lain. Kebiasaan saling pinjam kosmetik dapat melipatgandakan potensi penularan mikroorganisme antarpemakai. Oleh sebab itu, kendati terbilang sepele, memprioritaskan pemakaian gincu milik pribadi merupakan aksi sederhana demi menjaga kebersihan.

7. Hentikan pemakaian jika muncul reaksi Produk yang dirasa aman oleh satu orang belum tentu memberikan hasil cocok bagi orang lain. Apabila usai mengaplikasikan gincu timbul Sensasi panas menyengat, gatal, bengkak, bibir mengelupas tanpa henti, atau bercak ruam di area mulut, ada baiknya langsung menyetop pemakaian. Bila gangguan tak kunjung mereda atau makin meluas, segera konsultasikan kepada dokter spesialis kulit untuk mendeteksi pemicunya.

Terkini