Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur demi Maju di Bursa Ketum PBNU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:28:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Kabar yang beredar di masyarakat mengenai mundurnya Nasaruddin Umar dari Kabinet Merah Putih ditepis tegas oleh jajaran pimpinan Kementerian Agama. Isu yang menyebut Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah itu akan fokus mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dipastikan tidak benar.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa Nasaruddin Umar masih menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Menteri Agama secara penuh. Pernyataan ini sekaligus meluruskan narasi yang berkembang di sejumlah kanal percakapan digital.

"Itu hoaks. Tidak benar Prof Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Agama," tegas Thobib dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (26/8).

Klaim yang Beredar dan Bantahan Resmi

Narasi yang beredar menyebutkan bahwa pengunduran diri tersebut dilakukan agar Nasaruddin Umar dapat berkonsentrasi penuh menghadapi dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU. Namun, Thobib memastikan tidak ada satupun langkah administratif yang diajukan, baik secara lisan maupun tertulis, terkait wacana tersebut.

Lebih lanjut, ia juga membantah adanya komunikasi atau pembicaraan antara Kemenag dengan pihak Istana Kepresidenan mengenai rencana pergantian menteri. Pernyataan ini diharapkan mampu meredam spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas birokrasi di lingkungan kementerian.

"Tidak ada pembicaraan terkait hal tersebut dengan pihak Istana," ujarnya menambahkan.

Fokus pada Program Prioritas Kementerian

Alih-alih membahas isu internal organisasi kemasyarakatan, jajaran Kemenag saat ini tengah memusatkan perhatian pada sejumlah program strategis yang tengah berjalan. Berbagai agenda prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat menjadi fokus utama pimpinan di tengah maraknya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Pernyataan resmi dari Biro Humas ini menjadi satu-satunya rujukan yang sahih bagi publik dan media. Masyarakat diimbau untuk melakukan verifikasi ulang terhadap setiap informasi yang diterima dan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas sumber resminya.

Terkini