Pertemuan Prabowo dan Ramos Horta Dorong Kolaborasi Riset Nasional

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:09:31 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/8/2026).

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta yang hadir bersama rombongan peraih Nobel di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/8/2026).

Pada dialog tersebut, pimpinan kedua negara mengulas peningkatan jalinan kerja sama beserta peluang kolaborasi antara penerima penghargaan Nobel dengan jajaran peneliti dan akademisi Indonesia.

“Lebih banyak saya kira potensi untuk ke depan, untuk dieksplorasi, terutama kan para pemenang Nobel ini dari berbagai latar belakang. Ada yang biologis, ada yang fisika, dan macam-macam,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon, usai pertemuan.

Sepanjang diskusi, Presiden Prabowo dipaparkan membeberkan beberapa agenda prioritas nasional saat ini, seperti swasembada pangan, swasembada energi, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Intinya, Presiden tadi menggarisbawahi bahwa program-program pembangunan pemerintah Indonesia ini guidelines-nya adalah eh 17 goals dari SDGs, Sustainable Development Goals, tujuan pembangunan berkelanjutan," ujar Fadli.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengutarakan bahwa kemitraan bersama deretan pemenang Nobel tersebut menjadi pilar krusial dalam memperkokoh ekosistem penelitian nasional, serta menyebut Presiden Prabowo menghendaki agar kerja sama ini diwujudkan tanpa penundaan.

“Karena sangat penting sekali para peraih Nobel itu memberikan inspirasi, kemudian bisa menjadi bagian dari ekosistem penguatan talenta riset di Indonesia. Dan Pak Presiden juga sangat berharap bahwa kolaborasi ini bisa dilakukan secepatnya,” ujar Arif.

Arif menyampaikan bahwa skema kerja sama sejenis pernah dijalankan BRIN pada pengembangan Metal-Organic Framework menggandeng peraih Nobel asal Jepang, Susumu Kitagawa, lewat pendirian sister lab di tanah air yang berfokus pada teknologi pemrosesan gas alam.

“Jadi sudah pernah saya sampaikan bahwa peraih Nobel Jepang ini kemudian membangun sister lab di Indonesia. Dan sister lab di Indonesia ini sekarang sedang mempersiapkan bagaimana menghasilkan gas alam dengan tekanan yang lebih rendah dengan menggunakan temuan dari hasil peraih Nobel itu,” tutur dia.

Di samping itu, Arif mengungkapkan bahwa para tokoh peraih Nobel yang hadir sempat melakukan peninjauan ke kawasan konservasi di Lampung, yang kian menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian hayati nasional.

“Jadi Pak Presiden juga punya komitmen yang sangat kuat agar proteksi terhadap flora fauna di Indonesia ini bisa semakin diperkuat. Itu tadi poin-poin yang tadi sudah disampaikan Pak Presiden,” ungkap dia.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo turut mendorong BRIN agar tak henti melahirkan terobosan teknologi demi menghadapi potensi bencana alam di kawasan Indonesia.

Rekomendasi inovasi yang menjadi perhatian mencakup perancangan hunian modular tahan gempa yang prototipenya telah diproduksi sepanjang periode 2021 hingga 2022.

“Pak Presiden tadi sudah menyampaikan bahwa Indonesia itu merupakan daerah yang ring of fire ya, banyak sekali titik kerentanan terhadap bencana sehingga dia tadi menyampaikan bahwa ini memerlukan kajian, memerlukan inovasi-inovasi teknologi untuk bisa mengatasi, mengantisipasi, maupun terus bisa memberikan solusi sehingga hal-hal tersebut tidak terjadi di Indonesia,” ujar dia.

Terkini