Ada DSP BNPB Kemenkes Gratiskan Biaya Medis Korban Gempa di NTT

Ada DSP BNPB Kemenkes Gratiskan Biaya Medis Korban Gempa di NTT
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT.

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwasanya seluruh pasien korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak dibebani biaya perawatan medis melalui pengoptimalan skema BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh Dana Siap Pakai (DSP) milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Ini mungkin teman-teman ada yang tanya, kok kalau misalnya operasi penanganan medis itu kan dananya dari mana. Jadi kami sudah membuat kesepakatan dengan BPJS bahwa nanti mereka bisa menggunakan fasilitas BPJS dan klaim BPJS nanti akan dibayar melalui DSP, dana siap pakai dari BNPB. Mudah-mudahan besok cair," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono.

Melalui konferensi pers di Jakarta pada Jumat, Wamenkes Dante mengungkapkan hasil identifikasi terhadap kondisi pasien di puskesmas maupun area pengungsian mencatat sekitar 15 ribu warga terdampak gempa, dengan rincian 187 jiwa berkondisi kritis, 914 darurat stabil, 13.881 tidak darurat, serta 162 korban jiwa.

Setiap pasien dengan kondisi kritis dan sebagian kategori darurat stabil yang tidak sanggup ditangani di tingkat puskesmas langsung dievakuasi serta dirujuk ke beberapa rumah sakit seperti RSUD Komodo, RSUD Borong, RSUD Ruteng, RS TC. Hillers, RSUD Ende, RSUD Aeramo, dan RSK Ksatria Airlangga.

Wamenkes Dante menerangkan bahwa dari akumulasi 391 kasus rujukan, tercatat ada sebanyak 19 pasien yang akhirnya meninggal dunia.

"Biasanya itu karena cedera kepala. Kemudian patah tulang terbuka. Jadi patah tulang terbuka itu patah tulang tulangnya keluar dari kulit, itu patah tulang terbuka. Kemudian trauma vertebra. Trauma vertebra itu trauma di tulang belakang ini yang paling berat kasusnya," kata Wamenkes Dante.

Ragam temuan diagnosa medis lainnya mencakup kondisi ibu hamil yang mengalami ketuban pecah dini hingga situasi gawat janin, di mana sepanjang dua pekan terakhir terdata ada 20 proses persalinan dan seluruh bayi berhasil selamat.

Pihak Kemenkes menggelar tiga langkah strategis guna memulihkan layanan kesehatan di lokasi bencana NTT, diawali fase penanganan awal pasien melalui sistem triase, tindakan evakuasi, hingga perujukan pasien.

Pada fase kedua difokuskan pada pengaktifan fasilitas kesehatan darurat mulai dari penyediaan tenda medis, logistik obat, jaringan Starlink, pasokan genset, pengoperasian dua RS lapangan di Ruteng dan Nagekeo, hingga penerjunan tim relawan.

Sedangkan fase ketiga menyasar pemulihan fasilitas kesehatan melalui rekapitulasi data faskes primer dan rujukan serta penyusunan anggaran pembenahan yang saat ini masih dikalkulasikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index