BSI dan NU Jalin Sinergi Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:30:31 WIB
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo.

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat jalinan sinergi bersama Nahdlatul Ulama (NU) guna menggenjot literasi serta penetrasi keuangan syariah di seluruh kawasan Tanah Air.

Langkah strategis ini ditempuh guna memperkokoh fondasi perekonomian berbasis syariah di tingkat nasional.

"Sejalan dengan momentum Muktamar NU ke-35, kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada NU atas terselenggaranya forum penting tersebut," kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.

Kemitraan antara BSI dan NU difokuskan pada beragam sektor kunci, meliputi penyaluran pembiayaan produktif bagi UMKM, komunitas, serta pesantren.

Di samping itu, kerja sama ini mencakup pendampingan dan pengembangan kapasitas usaha, digitalisasi sistem di pesantren, hingga pembangunan ekosistem ekonomi yang inklusif.

Sinergi ini menjadi bagian dari strategi BSI untuk memosisikan diri sebagai mitra utama NU dalam memperkuat rantai ekonomi syariah.

Langkah pembenahan dilaksanakan melalui peningkatan pemahaman masyarakat dan lingkungan pesantren, serta optimalisasi produk dan saluran digital bank syariah.

Anggoro menilai NU memegang peranan krusial dalam membangun ekosistem Islam di Indonesia, mulai dari penataan kelembagaan, pemberdayaan ekonomi warga, sampai penguatan sarana pesantren.

"Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, NU memiliki peran strategis dalam menghadirkan gagasan dan ide-ide inspiratif yang dapat mendorong kemajuan umat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Dalam proses penguatan ekosistem tersebut, BSI menaruh perhatian besar pada pesantren yang berfungsi sebagai pusat pendidikan, dakwah, sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi warga.

BSI terus mendorong perluasan literasi dan jangkauan layanan perbankan syariah di lingkungan pesantren se-Indonesia, terkhusus di Jawa Timur yang menjadi salah satu wilayah dengan sebaran pesantren terbesar.

Berbagai kemudahan layanan disiapkan agar pesantren mampu berkembang dan mandiri secara finansial, salah satunya lewat penyediaan sistem manajemen kas (cash management) untuk tata kelola keuangan internal.

Selain itu, BSI menghadirkan jaringan BSI Agen demi menggerakkan ekonomi lokal, serta memaksimalkan aplikasi mobile banking BYOND by BSI untuk mempermudah akses transaksi digital warga pesantren.

Saat ini BSI dipercaya mengelola lebih dari 14 ribu pesantren di Indonesia, di mana sekitar 23,9 persen di antaranya berlokasi di Jawa Timur. Catatan ini menjadi pemicu bagi perusahaan untuk terus memperluas peran bank syariah sebagai mitra utama pesantren.

Lewat penguatan jangkauan layanan ini, BSI berkomitmen memastikan pesantren tak sekadar menjadi pusat dakwah dan pendidikan, melainkan tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi warga sekaligus pilar penting pertumbuhan ekonomi syariah nasional.

"BSI berharap sinergi bersama NU dapat terus diperkuat sehingga mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang semakin inklusif, kuat, dan memberikan dampak positif bagi Indonesia," ujarnya.

Melalui kemitraan yang berkelanjutan ini, BSI berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian ekonomi umat serta memperluas manfaat keberadaan ekonomi syariah bagi publik.

Terkini