KBRI Seoul Boyong 13 Perusahaan Furnitur RI ke Pameran Korea

KBRI Seoul Boyong 13 Perusahaan Furnitur RI ke Pameran Korea
KOFURN 2026.

JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul bersama Kementerian Perdagangan RI terus memicu perluasan akses pasar produk furnitur dan dekorasi interior nasional lewat partisipasi 13 perusahaan dalam ajang Korea International Furniture and Interior Fair (KOFURN) 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat daya saing produk lokal di kancah internasional.

Duta Besar RI untuk Republik Korea, Cecep Herawan, melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, menerangkan bahwa kehadiran Indonesia pada pameran papan atas tersebut bertujuan mengukuhkan identitas merek produk dalam negeri sekaligus mempertemukan pengusaha Indonesia dengan investor serta pembeli asal Korea.

“Keikutsertaan Indonesia di KOFURN merupakan bagian dari upaya konkret diplomasi ekonomi untuk membawa lebih banyak produk nasional bernilai tambah masuk ke pasar Korea. Kami ingin membangun branding yang kuat sekaligus membuka hubungan bisnis yang berkelanjutan antara pelaku industri Indonesia dan Korea,” katanya.

Duta Besar Cecep menuturkan bahwa aneka kreasi buatan Indonesia dipamerkan di Paviliun Indonesia dengan luas area 144 meter persegi, melonjak dibanding luas 108 meter persegi pada pergelaran KOFURN 2025.

Berbagai macam produk ditampilkan untuk menjangkau aneka kebutuhan, mulai dari perlengkapan hunian, ruang kerja, perhotelan, kafe, hingga perabot khusus hewan peliharaan.

Paviliun Indonesia menonjolkan keunggulan produk berbahan alami, keahlian kerajinan tangan, estetika desain, serta prinsip ramah lingkungan. Koleksi furnitur yang dipajang memadukan material kayu, rotan, kayu gabungan logam, kayu jati, sampai kayu jati daur ulang.

Sementara untuk jajaran interior, pengrajin memanfaatkan bahan baku lokal bernilai ekonomi tinggi, seperti rotan, eceng gondok, seagrass, pelepah pisang, mendong, hingga cangkang kerang capiz.

Menurut Cecep, keunikan material ini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk memenuhi minat konsumen Korea yang kian memperhatikan aspek desain, mutu, kegunaan, serta keberlanjutan.

“Kombinasi ini memberikan peluang besar bagi furnitur Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar Korea yang dinamis dan inovatif,” kata Cecep.

Duta Besar RI itu berharap keikutsertaan pada KOFURN tidak cuma mendatangkan angka transaksi perniagaan, melainkan juga melahirkan kerja sama strategis berjangka panjang, kolaborasi rancangan produk, serta penguatan integrasi industri perabotan kedua negara.

Ajang KOFURN 2026 diselenggarakan pada 27-30 Agustus 2026 di KINTEX, Gyeonggi. Peluang penetrasi furnitur Indonesia makin terbuka lebar berkat adanya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (IK-CEPA).

Lewat kesepakatan itu, hampir seluruh jenis perabot asal Indonesia memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk hingga 0 persen, sehingga memperbesar daya saing produk dalam negeri di pasar Korea.

Hanya ada satu pos tarif perabot dan interior berbahan kayu olahan ulang yang masih dikenakan bea impor sebesar 5 persen.

Keringanan tarif tersebut memberi keuntungan bagi para eksportir nasional sekaligus menjadi sarana penting untuk memacu pertumbuhan perdagangan barang bernilai tambah tinggi antara Indonesia dan Korea.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index