Arab Saudi, Turki, Pakistan Bahas Mekanisme Pertahanan ala Pasal 5 NATO di Istanbul

Senin, 31 Agustus 2026 | 06:27:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah ditandatangani ketiga negara pada 7 Agustus di kota suci Mekkah. Pakta ini menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota, serupa dengan klausul pertahanan kolektif Pasal 5 NATO. Pertemuan di Istanbul ini menjadi langkah implementasi pertama sejak penandatanganan.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyebut perjanjian ini secara teknis sebanding dengan ketentuan pertahanan bersama Pasal 5 NATO. Namun, Pakistan menegaskan pakta ini bersifat defensif dan tidak ditujukan pada negara tertentu.

Mekanisme Koordinasi dan Latihan Militer Gabungan

Dalam pengarahan mingguan di Ankara, Kementerian Pertahanan Turki menyatakan tujuan mendasar pakta ini adalah menempatkan hubungan pertahanan dan militer pada landasan yang lebih institusional dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pertemuan komite pertama akan membentuk mekanisme koordinasi, termasuk latihan militer gabungan dan kolaborasi industri pertahanan.

Mekanisme itu diharapkan menjadi kerangka operasional yang selama ini berjalan bilateral. Dengan adanya pakta ini, hubungan pertahanan ketiga negara diharapkan lebih terstruktur, dengan jadwal latihan dan pengembangan kapabilitas yang terpadu.

Posisi Pakistan: Defensif, Bukan Agresif

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyambut baik dukungan Presiden AS Donald Trump terhadap perjanjian ini. "Saya sangat menghargai kata-kata dukungan yang baik dari Presiden Donald Trump terkait penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Sharif menegaskan Pakistan akan bekerja sama dengan Arab Saudi dan Turki untuk memainkan peran konstruktif dalam menjamin pertahanan negara dan kawasan yang lebih luas. "Bersama dengan negara sahabat, Kerajaan Arab Saudi dan Republik Turki, Pakistan akan terus memainkan peran konstruktif dalam menjamin pertahanan negara kami sendiri maupun kawasan secara keseluruhan," tambahnya.

Industri Pertahanan dan Keamanan Internasional

Para pejabat tinggi yang hadir juga akan membahas isu keamanan internasional dan cara memperdalam kerja sama pertahanan di kawasan. Fokusnya mencakup penguatan industri pertahanan, bidang yang selama ini menjadi potensi besar bagi ketiga negara, terutama Turki dengan ekspor drone dan Pakistan dengan produksi persenjataan.

Kementerian Pertahanan Turki menyatakan pertemuan ini akan mempertemukan para menteri senior untuk mengadakan latihan bersama dan memperdalam kerja sama industri pertahanan. Hal itu sejalan dengan komitmen ketiga negara menjaga stabilitas keamanan regional tanpa menargetkan pihak tertentu.

Pertemuan komite tersebut menjadi awal implementasi pakta Mekkah. Belum ada jadwal resmi untuk pertemuan berikutnya, namun mekanisme yang disepakati kali ini akan menjadi dasar kerja sama pertahanan jangka panjang di antara tiga kekuatan regional itu.

Terkini