Wamenlu Anis Matta Ajak GNB Fokus Bangun Masa Depan Dunia yang Adil

Rabu, 02 September 2026 | 06:13:02 WIB
KTT G20.

JAKARTA - Indonesia menyerukan seluruh negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB) agar aktif berperan membangun masa depan dan tidak terjebak dalam romantisme masa lalu semata.

Seruan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta dalam perhelatan peringatan 65 tahun KTT Pertama GNB yang berlangsung di Beograd, Serbia.

Anis Matta mengungkapkan bahwa para pemimpin dunia yang berkumpul pada KTT ke-1 GNB tahun 1961 silam dipersatukan oleh gelora semangat anti-penjajahan serta komitmen membentuk tatanan dunia baru.

“Tetapi, GNB tidak boleh terjebak menjadi romantisme masa lalu; GNB harus menjadi bagian dari upaya kami membentuk masa depan,” kata Anis dalam pernyataannya.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Anis menyoroti kontribusi krusial Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung yang mengilhami lahirnya GNB.

Nilai Dasasila Bandung seperti penghormatan kedaulatan, non-intervensi, penyelesaian damai, serta penghormatan hukum internasional dinilai tetap relevan dengan prinsip pendirian GNB.

Ia mengingatkan kembali bahwa cita-cita dunia baru yang digagas para tokoh pendiri berlandaskan pada nilai kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, serta perdamaian abadi.

Guna menjaga relevansi GNB dalam menjawab tantangan zaman, Wamenlu Anis mendorong penguatan solidaritas global, khususnya dalam mengawal perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa.

“Kemerdekaan Palestina adalah utang sejarah yang harus ditunaikan GNB,” tegasnya.

Di samping itu, GNB didorong untuk membangun kemandirian strategis pada sektor-sektor krusial seperti pangan, teknologi, dan energi agar tahan terhadap dinamika geopolitik.

Anis juga menekankan pentingnya peran aktif GNB dalam mewujudkan tatanan dunia yang adil, merdeka, serta mengedepankan kerja sama produktif antarnegara.

Di sela-sela agenda tersebut, Wamenlu Anis Matta menggelar pertemuan bilateral bersama Mendag Serbia Jagoda Lazarevi?, Wamenlu Serbia Damjan Jovic, dan Wamenlu Arab Saudi Waleed bin Abdulkarim Al-Khereiji.

Terkini