Mabes TNI Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla di Kabupaten Bengkayang

Mabes TNI Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla di Kabupaten Bengkayang
Mabes TNI kerahkan personel perkuat pencegahan karhutla di Bengkayang.

JAKARTA - Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menerjunkan sebanyak 22 personel ke Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, guna memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui edukasi serta pendekatan persuasif kepada warga.

"Tim penyuluhan Karhutla Mabes TNI ini menyasar langsung masyarakat di tingkat desa, khususnya petani, pekebun, dan pelaku pembukaan lahan, dengan mengingatkan agar menghentikan sementara praktik pembersihan lahan dengan cara dibakar di tengah kondisi cuaca panas dan kering," ujar Wakil Ketua Penyuluhan Karhutla Mabes TNI wilayah Kabupaten Bengkayang Brigjen Suryadi Syamsir.

Menurut penjelasannya, penanggulangan karhutla amat bergantung pada kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat mengingat bermacam titik api kerap bersumber dari aktivitas pembersihan lahan.

Oleh sebab itu, tim Mabes TNI mengedepankan ruang dialog secara intensif di level desa demi meningkatkan kewaspadaan sekaligus kemampuan deteksi dini atas potensi munculnya titik api.

"Kami semua harus saling menjaga kemungkinan timbulnya titik-titik api, mengingat kondisi cuaca panas yang berkepanjangan. Jangan sampai terjadi kebakaran yang akhirnya menimbulkan kerugian bagi kami semua," kata Brigjen Suryadi.

Suryadi memaparkan bahaya karhutla tak sebatas memperburuk kualitas udara, melainkan turut melumpuhkan berbagai aktivitas publik, mulai dari sektor pendidikan hingga moda transportasi udara.

"Dampak asap ini di antaranya di bidang pendidikan, ketika sekolah harus diliburkan sementara karena kualitas udara tidak sehat. Kemudian beberapa penerbangan dibatalkan. Kondisi ini tentu merugikan kami semua," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk bergotong royong menghentikan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar agar kualitas udara membaik dan sebaran kabut asap dapat ditekan.

Pada kesempatan sama, perwakilan tim Koramil 01/Bengkayang Kolonel CBA Koramil Eko Siswanto menyampaikan bahwa efek karhutla dapat menyerang warga meski pusat kebakaran berada di lokasi lain.

"Meskipun kebakaran tidak terjadi di tempat kami, dampaknya sangat kami rasakan. Udara sudah memburuk dan tidak baik bagi kesehatan. Karena itu mari kami menjaga lingkungan agar kabut asap tidak semakin parah," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Dharma Bhakti Jelly Naswadi menyatakan apresiasi atas langkah Mabes TNI yang mengedukasi warga secara langsung. Pihak desa juga telah mendirikan posko penanganan dini serta merencanakan pembuatan sumur bor guna menyokong pasokan air.

"Kami juga sudah mengaktifkan posko Karhutla. Ke depan ada rencana pembangunan sumber mata air dari sumur bor untuk mendukung penanganan kebakaran," katanya.

Ia berharap sosialisasi yang diberikan jajaran Mabes TNI mampu mencegah serta menuntaskan persoalan karhutla di wilayah Bengkayang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index