5 Hal soal LOSIDA di Sleman yang Perlu Diwaspadai

Kamis, 17 September 2026 | 16:45:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Sampah organik rumah tangga masih jadi persoalan yang sulit diurai di banyak kampung. UNISA Yogyakarta memperkenalkan LOSIDA sebagai solusi, tapi ada sejumlah hal yang perlu dicermati sebelum program semacam ini jalan berkelanjutan.

Sebanyak 250 mahasiswa baru UNISA Yogyakarta diterjunkan ke permukiman Nogotirto, Gamping, Sleman. Mereka memasang 50 unit Lodong Sisa Dapur (LOSIDA) bersama warga. Program ini jadi cara kampus mengenalkan pengelolaan sampah organik sejak dari dapur.

1. Sampah Organik Masih Jadi PR Besar

Ketua RT Padukuhan Karang Tengah, Surahmin, mengakui sampah organik belum sepenuhnya terpecahkan. "Pada saat ini masalah sampah itu menjadi masalah yang belum bisa terpecahkan. Salah satunya adalah sampah organik," katanya. Artinya, LOSIDA masuk ke wilayah yang memang butuh solusi mendesak.

2. Cuma 50 Unit untuk 250 Mahasiswa

Setiap kelompok berisi lima mahasiswa dan hanya membawa satu LOSIDA. Totalnya 50 unit yang dipasang di Padukuhan Karang Tengah dan Salakan. Rasio ini menunjukkan cakupan program masih terbatas pada dua padukuhan, bukan seluruh Nogotirto.

3. Butuh Pemantauan Usai Pemasangan

Surahmin berharap program tidak berhenti setelah pemasangan. Ia meminta ada pengecekan ulang dalam dua hingga tiga bulan ke depan. "Kami mengharapkan untuk nanti bisa berkesinambungan," ujarnya. Tanpa pendampingan lanjutan, LOSIDA berisiko telantar.

4. Bahan Baku Harus Benar-benar Organik

Mahasiswa UNISA, Mutiara Nurhan, menyebut LOSIDA hanya untuk sisa dapur seperti kupasan bawang, sisa sayur, buah, dan daun kering. Sampah plastik atau minyak tidak boleh masuk. Kesalahan memasukkan bahan bisa membuat pipa tersumbat dan bau menyengat.

5. Perlu Kesadaran Warga untuk Mandiri

Wakil Rektor III UNISA, Mufdlilah, menekankan program ini sebagai langkah awal membangun kepedulian. "Mereka harus disadarkan bahwa sampah itu perlu dikelola," kata dia. Keberhasilan LOSIDA bergantung pada apakah warga mau melanjutkan sendiri setelah mahasiswa selesai bertugas.

LOSIDA menawarkan cara sederhana mengubah sisa dapur jadi kompos lewat pipa paralon yang ditanam. Namun tanpa pemantauan rutin dan kesadaran warga, program ini hanya jadi kegiatan seremonial semata.

Terkini