JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengemukakan bahwa para pelajar yang bertugas dalam Unit Kesehatan Sekolah (UKS) bisa dilatih menjadi detektif gigi berlubang serta dilibatkan langsung pada langkah deteksi dini persoalan kesehatan gigi.
Selepas kegiatan peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta, Kamis, ia menuturkan bahwa Kementerian Kesehatan telah merancang modul serta kurikulum edukasi guna membekali pemahaman seputar kesehatan gigi kepada para murid.
"Anak-anak di UKS diajarkan untuk menjadi 'detektif gigi berlubang'. Nah, detektif gigi berlubang ini supaya mereka bisa memeriksa teman-temannya," kata dia.
"Kami ajarin, ada kurikulumnya. Kita sudah buat modul kurikulum untuk sekolah dari Kementerian Kesehatan," ia menambahkan.
Selepas mengantongi wawasan ihwal kesehatan gigi, ia meneruskan, para siswa pengurus UKS sanggup membantu mengecek keadaan gigi murid lainnya serta meneruskan laporan kepada guru apabila menemukan tanda-tanda gigi berlubang selama pengecekan.
"Nanti kalau ketemu gigi berlubang, dilaporkan ke gurunya. Gurunya bisa melakukan rujukan ke puskesmas terdekat," ujarnya.
Wakil Menteri Kesehatan menuturkan bahwasanya higienitas gigi dan rongga mulut punya kaitan erat dengan kondisi kebugaran tubuh secara menyeluruh.
"Masalah gigi bukan cuma kebersihan saja. Masalah gigi tadi sudah disampaikan terkait juga dengan kesehatan di dalam mulut, dan kesehatan di dalam mulut itu terkait juga dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan," ia menjelaskan.
Oleh karena itu, ia berujar, pengecekan kondisi gigi anak semestinya tidak hanya dijalankan sewaktu sang anak telanjur mengeluhkan rasa sakit.
Menurut pandangannya, kontrol rutin kesehatan gigi wajib dilakukan setiap kurun waktu enam bulan guna memastikan gangguan kesehatan gigi sanggup dikenali serta ditangani lebih awal.
Wakil Menteri Kesehatan sebelumnya memaparkan, hasil rekapitulasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) memperlihatkan catatan bahwa sebanyak 41 persen anak yang mengikuti screening kedapatan mengalami kendala gigi berlubang.
"Makanya kami gerakkan (upaya) kesehatan gigi di sekolah. Salah satunya adalah gerakan preventif dan promotif," katanya.
Pihak sekolah bisa turut mengambil peran dalam mendongkrak tingkat kesehatan gigi dan mulut para siswa melalui penyediaan layanan pemeriksaan gigi secara berkala.
Dante menambahkan, institusi pendidikan bisa menggandeng pusat pelayanan kesehatan masyarakat maupun Suku Dinas Kesehatan setempat guna menyelenggarakan layanan pemeriksaan gigi secara rutin.