Uni Eropa Dekati Kanada, Sinyal Aliansi Baru Hadapi Tekanan AS

Jumat, 18 September 2026 | 05:07:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Uni Eropa membuka pendekatan diplomatik kepada Kanada di tengah ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Langkah itu dinilai sebagai upaya membangun poros ekonomi baru yang lebih mandiri dari Washington. Presiden Eurasia Group Ian Bremmer menyebut manuver ini sebagai perkembangan penting dalam lanskap geopolitik Amerika Utara.

Pendekatan Uni Eropa terhadap Kanada menjadi sinyal bahwa Brussels mencari mitra dagang alternatif. Menurut Ian Bremmer, presiden dan pendiri Eurasia Group, dinamika antara Kanada, Uni Eropa, dan Amerika Serikat tengah bergeser.

Bremmer menyampaikan analisis itu dalam wawancara dengan Mary Louise Kelly dari NPR. Ia menilai ketiga pihak kini berada dalam fase negosiasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mengapa Uni Eropa Melirik Kanada

Kanada memiliki posisi strategis sebagai pemasok energi, mineral kritis, dan pangan bagi Eropa. Uni Eropa membutuhkan sumber daya itu untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok lain.

Hubungan dagang Ottawa-Brussels sendiri sudah punya fondasi melalui Comprehensive Economic and Trade Agreement (CETA). Kesepakatan itu menghapus sebagian besar tarif antara kedua wilayah.

Pendekatan terbaru ini memperkuat kerangka kerja sama yang sudah ada. Uni Eropa tampak ingin mempercepat implementasi CETA penuh di tengah ketidakpastian kebijakan dagang AS.

Posisi Amerika Serikat dalam Persamaan

Washington belum memberikan respons resmi atas manuver diplomatik tersebut. Namun kebijakan tarif AS terhadap mitra dagangnya menjadi latar yang tak bisa diabaikan.

Bremmer menilai Kanada berada di posisi sulit. Ottawa bergantung pada pasar AS, tetapi juga butuh diversifikasi ekonomi.

Ketegangan AS-Kanada sempat memanas dalam beberapa bulan terakhir. Isu tarif baja, aluminium, dan produk susu menjadi titik gesekan utama.

Apa Arti Langkah Ini bagi Tatanan Global

Pendekatan Uni Eropa ke Kanada mencerminkan pola yang lebih luas. Negara-negara menengah mencari jaringan dagang yang tidak bergantung pada satu kekuatan besar.

Kanada dan Uni Eropa sama-sama anggota G7 dan NATO. Keduanya berbagi nilai politik dan sistem ekonomi yang serupa.

Bremmer menyebut perkembangan ini sebagai bagian dari realignment geopolitik. Ia menekankan bahwa aliansi tradisional kini diuji oleh kepentingan ekonomi masing-masing negara.

Reaksi dan Langkah Selanjutnya

Belum ada jadwal resmi pertemuan tingkat tinggi antara Brussels dan Ottawa. Kedua pihak diperkirakan akan memperdalam dialog teknis dalam waktu dekat.

Pengamat perdagangan memperkirakan fokus utama pembicaraan ada pada rantai pasok mineral kritis. Eropa butuh lithium, nikel, dan kobalt untuk transisi energi.

Kanada memiliki cadangan mineral tersebut dalam jumlah signifikan. Ketertarikan Uni Eropa bukan tanpa dasar ekonomi yang jelas.

Bremmer mengingatkan bahwa hasil akhir pendekatan ini belum bisa diprediksi. Semua bergantung pada bagaimana AS merespons dan seberapa serius Uni Eropa menawarkan insentif.

Terkini