Bahlil Soroti Mobil Mewah Pakai BBM Subsidi, Aturan Pembatasan Masih Disusun

Jumat, 18 September 2026 | 10:52:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyinggung pemilik mobil mewah yang masih memakai BBM bersubsidi, dalam rapat Dewan Energi Nasional bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka. Ia meminta warga mampu memakai hati nurani dan tidak mengambil hak bahan bakar rakyat kurang mampu. Aturan resmi pembatasan BBM subsidi bagi kelompok mampu belum rampung dan masih dalam proses penyusunan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengangkat persoalan peralihan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari non-subsidi ke subsidi. Ia menyoroti kelompok masyarakat mampu yang ikut menikmati BBM bersubsidi.

Pernyataan itu disampaikan usai Rapat Paripurna Dewan Energi Nasional bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Bahlil menegaskan penyaluran subsidi harus tepat sasaran.

Kelompok Mampu Diminta Pakai Hati Nurani

Bahlil menyoroti kebiasaan sebagian pemilik kendaraan kelas atas yang beralih ke BBM bersubsidi. Ia meminta kesadaran kelompok mampu untuk tidak mengambil jatah bahan bakar rakyat kurang mampu.

"Persoalan shifting, dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya, sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi, itu untuk kita, itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," katanya.

Ia menegaskan imbauan tersebut penting meski aturan resminya belum diterbitkan. Menurut Bahlil, regulasi pembatasan BBM bersubsidi bagi masyarakat mampu masih memerlukan proses penyusunan.

"Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat tapi kan saya harus ngomong ini dulu kalau regulasi itu kan butuh proses. Tapi himbauan ini penting. Kalau contoh kaya saya, masa sih saya pakai BBM subsidi. BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, mbok pakai hatilah, gitu," tuturnya.

Stok BBM Nasional Aman 18-20 Hari

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas ketahanan energi nasional. Bahlil menyebut cadangan BBM nasional berada di posisi aman.

"Saya sampaikan bahwa dalam rapat tadi juga kami mendiskusikan dan mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden bahwa ketersediaan untuk stok BBM kita, cadangan nasional kita berada di angka 18 sampai 20 hari. Jadi masih alhamdulillah clear," paparnya.

Langkah pengamanan pasokan itu diimbangi strategi jangka panjang. Pemerintah mendorong pengembangan BBM ramah lingkungan serta eksplorasi masif pada cekungan dan blok minyak baru.

Aturan Pembatasan BBM Subsidi Belum Terbit

Hingga kini, regulasi yang mengatur pembatasan BBM bersubsidi bagi masyarakat mampu masih dalam tahap penyusunan. Artinya, belum ada aturan resmi yang menetapkan siapa saja yang dilarang mengisi BBM bersubsidi.

Bahlil mengaku tergerak menyampaikan teguran terbuka ini karena pengalaman pribadinya. Ia mengaku pernah melalui masa sulit dan mengonsumsi beras subsidi.

"Ya memang saya harus ngomong begini, karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mekeka, jangan yang mampu yang mengambilnya," pangkas Bahlil.

Waspadai Informasi Palsu soal BBM Subsidi

Belum ada mekanisme resmi bagi masyarakat umum untuk mengecek status penerima BBM bersubsidi maupun mendaftar program pembatasan. Informasi resmi hanya dapat diakses melalui kanal Kementerian ESDM.

Masyarakat diminta mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan program subsidi BBM. Jangan percaya pihak yang menawarkan jasa pendaftaran atau pengurusan status penerima dengan imbalan uang.

Pengaduan terkait penyaluran BBM bersubsidi dapat disampaikan ke Kementerian ESDM atau Pertamina. Laporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan di lapangan.

Terkini