Kapolri Minta Pesanggrahan Tjimande Terbuka bagi Semua Perguruan Silat

Jumat, 18 September 2026 | 17:42:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta Balai Latihan Seni Silat Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) dibuka untuk seluruh perguruan silat, pelaku seni, dan masyarakat umum. Permintaan itu disampaikan saat meresmikan balai latihan tersebut sekaligus memperingati Milad ke-3 PTBI, Jumat (18/9/2026). Sigit menilai pesanggrahan semestinya menjadi ruang bersama, bukan tempat berlatih milik satu kelompok saja.

Masyarakat umum juga dipersilakan memanfaatkan balai latihan tersebut. Sigit menyebut ruang itu bisa dipakai untuk kegiatan seni dan budaya lokal.

Balai Latihan Diminta Jadi Ruang Bersama Semua Peguron

Sigit mengapresiasi inisiatif PTBI membangun balai latihan seni silat. Namun ia mendorong tempat itu dibuka seluas-luasnya bagi semua perguruan silat di Banten.

"Pesanggrahan ini tidak hanya untuk PTBI sendiri, tetapi juga semua peguron boleh untuk menggunakan tempat ini dan masyarakat pun juga boleh menggunakan, termasuk berbagai macam kearifan lokal dan seni budaya yang ada," ujar Sigit.

Menurut Sigit, fungsi pesanggrahan melampaui tempat latihan bela diri. Ia menyebutnya sebagai ruang belajar, tempat berdiskusi, dan wadah warga berkumpul mencari solusi persoalan bersama.

"Namanya pesanggrahan itu tempat belajar, tempat diskusi, tempat kita ngariung untuk bersama-sama menyelesaikan suatu persoalan," kata Sigit.

Pencak Silat dan Debus Didorong Jadi Sumber Devisa

Sigit mendorong pencak silat Tjimande dan seni budaya debus dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi daerah. Kekayaan budaya Banten, menurutnya, tidak cukup hanya dijaga sebagai tradisi.

Ia menilai budaya yang dikelola baik bisa diperkenalkan lebih luas hingga menjadi sumber devisa. Manfaatnya diharapkan mengalir ke provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa.

"Ini menjadi sumber kekuatan yang tentunya apabila kita kelola dengan baik, tidak hanya sekadar budaya saja, tetapi ini juga bisa kemudian kita kembangkan untuk menjadi budaya yang bisa kita perkenalkan dan menjadi salah satu sumber devisa bagi wilayah, bagi provinsi, bagi kabupaten, bagi kecamatan, dan juga bagi desa-desa yang ada," ujar Sigit.

Padepokan Serupa Diminta Dibangun di Setiap Kabupaten

Sigit meminta pembangunan padepokan atau balai latihan serupa dilakukan di setiap kabupaten di Banten. Keberadaan tempat pembinaan itu dinilai penting untuk melatih pencak silat dan menjaga kearifan lokal.

"Jadi saya minta nanti di setiap kabupaten didirikan hal seperti ini sehingga kemudian semua budaya yang ada di Banten bisa dijaga, dilatih, dan dilestarikan," kata Sigit.

Selain jadi pusat pembinaan seni dan budaya, pesanggrahan diminta menjadi ruang pembentukan karakter. Para pesilat diharapkan tumbuh sebagai pendekar yang menjunjung keberanian, membela kebenaran, dan melindungi yang lemah.

Kapolri Ajak Jawara Sinergi Jaga Kamtibmas

Sigit menilai nilai luhur pencak silat sejalan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh jawara dan perguruan silat bersinergi dengan Polri.

Kerja sama itu diharapkan menjaga situasi kamtibmas di Banten. Sigit juga mengingatkan pimpinan peguron agar menjaga kekompakan dan soliditas antarperguruan.

Dengan keterbukaan dan kebersamaan, Pesanggrahan Tjimande diharapkan menjadi rumah besar bagi pesilat, pelaku seni, dan masyarakat. Pengelolaan yang baik dinilai bisa memperkuat identitas budaya Banten sekaligus membuka peluang kemajuan bagi daerah.

Terkini