JAKARTA — PT Ultrajaya Milk Industry Tbk. (ULTJ) bersama Royal FrieslandCampina N.V. telah mencapai kesepakatan untuk menjalin kerja sama strategis di kawasan Indonesia.
FrieslandCampina memublikasikan pengumuman kesepakatan tersebut pada Jumat (18/9/2026). Melalui aksi transaksi ini, FFI bakal bergabung ke dalam ekosistem bisnis Ultrajaya yang dikenal sebagai salah satu produsen minuman siap saji terkemuka di tanah air.
“Frisian Flag Indonesia akan menjadi bagian dari Ultrajaya Group,” tulis FrieslandCampina dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Kendati demikian, Ultrajaya dan FFI dipastikan bakal tetap mengoperasikan unit usaha secara mandiri, lengkap dengan entitas merek, variasi produk, serta jajaran organisasi bisnis masing-masing.
Kedua entitas bakal mempererat sinergi dengan menaruh fokus pada pembentukan nilai jangka panjang, utamanya melalui pendorongan lini bisnis serta inovasi produk nutrisi berbahan dasar susu di pasar nasional.
Di samping itu, lewat transaksi tersebut, FrieslandCampina diproyeksikan memegang kepemilikan saham pengendali di Ultrajaya.
Namun demikian, penyesuaian kepemilikan tersebut baru bakal berlaku secara efektif usai seluruh proses transaksi dinyatakan selesai dan pemenuhan syarat penyelesaian terpenuhi.
FrieslandCampina menegaskan skema transaksi ini telah mengantongi persetujuan dari Members’ Council, lembaga yang mewakili kalangan peternak sapi perah anggota koperasi pemilik FrieslandCampina secara kolektif.
Tahap penyelesaian transaksi masih bergantung pada sejumlah persetujuan penting, seperti restu dari para pemegang saham Ultrajaya lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hingga keputusan otoritas terkait di Indonesia.
Setuntasnya proses transaksi, Ultrajaya dijadwalkan bakal tetap mempertahankan statusnya sebagai emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara itu, pusat operasional, jajaran manajemen, serta kegiatan bisnis harian perusahaan bakal tetap berpusat di Bandung.
Sabana Prawirawidjaja yang merupakan salah satu pendiri Ultrajaya bakal terus memegang jabatan sebagai Presiden Direktur Ultrajaya. Pihak Keluarga Prawirawidjaja juga dipastikan tetap memegang porsi saham signifikan dalam jangka panjang.
Proses pergantian struktur pemegang saham pengendali ini nantinya bakal diikuti oleh aksi korporasi yang menyasar pemegang saham publik.
FrieslandCampina menyampaikan bahwa sejalan dengan regulasi hukum di Indonesia, seusai resmi menggenggam saham pengendali Ultrajaya, pihak perusahaan bakal menggelar penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO) secara tunai kepada seluruh pemegang saham minoritas Ultrajaya.