JAKARTA - Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menerangkan alasan di balik keputusan pihaknya menentukan Teluk Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai lokasi pembangunan pangkalan kapal induk.
Kedalaman perairan di area dermaga yang dinilai ideal untuk menyandarkan kapal induk menjadi salah satu pertimbangan utamanya.
"Lampung ini kenapa kita pilih karena dia situasi geografisnya sangat memungkinkan, kedalamannya juga cukup. Draf-nya ini sekitar 8 meter, jadi di sana cukup," kata Ali saat jumpa pers usai meninjau kapal induk Giuseppe Garibaldi di dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat.
Di samping faktor letak geografis yang mendukung, wilayah Lampung dipandang amat strategis guna mempermudah pergerakan operasional armada ke berbagai penjuru.
"Akses navigasinya juga bagus, agak terlindung juga. Mungkin itu yang jadi pilihan," ungkap Ali.
Ali menegaskan bahwa kawasan Lampung bukan menjadi lokasi tunggal bagi perandatan kapal induk. Pihaknya sudah menyiapkan beberapa pangkalan pendukung di wilayah lain.
Sebagai informasi, kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki kemiripan spesifikasi dengan dua armada baru TNI AL, yaitu KRI Brawijaya 320 serta KRI Prabu Siliwangi 321, yang sama-sama diproduksi oleh produsen galangan asal Italia, Fincantieri.
Kapal induk sepanjang 180,2 meter tersebut dibekali mesin pendorong bertenaga besar yang sanggup memacu kapal hingga kecepatan 30 knot atau setara 56 kilometer per jam.
Kapal pengangkut pesawat tempur ini pun dilengkapi beragam perangkat radar jamming hingga persenjataan modern, seperti peluncur Oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat sea sparrow/selenia aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga 324 milimeter, dan Otomat Mk 2 SSM.