Mentan Ancam Cabut Izin Pelaku Manipulasi Beras Fortifikasi

Mentan Ancam Cabut Izin Pelaku Manipulasi Beras Fortifikasi

ONLINEKINI.ID — Menteri Pertanian Amran memerintahkan pencabutan izin dan larangan pemasaran bagi pelaku usaha yang terbukti memanipulasi produk beras fortifikasi. Instruksi itu disampaikan menyusul temuan sejumlah perusahaan yang diduga memalsukan kualitas beras bergizi tersebut. Pengawasan tata niaga beras premium dan distribusinya juga diperketat.

Perintah itu ia sampaikan kepada Deputi Sekretaris Utama yang baru dilantik. Amran meminta jajarannya mengawasi dan menindak setiap pelanggaran di lapangan.

"Kami sudah minta Sestama Deputi yang baru kami lantik, awasi, tindak. Dan yang sudah melanggar kemarin yang fortifikasi, izinnya dicabut. Tidak boleh lagi memasarkan beras di Republik Indonesia," tegas Amran dikutip dari keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Perusahaan Diduga Palsukan Kualitas Beras Fortifikasi

Anggota Komisi IV DPR RI Endang S. Thohari mengungkapkan hasil analisis terhadap sejumlah produk menemukan indikasi pemalsuan kualitas. Temuan itu dinilai merugikan konsumen yang justru membutuhkan asupan gizi tambahan.

Beras fortifikasi semestinya mengandung vitamin, antioksidan, serta ditujukan bagi ibu hamil dan anak yang berisiko stunting. Endang menyesalkan praktik pemalsuan yang membuat janji kualitas itu tidak terpenuhi.

"Karena ternyata setelah dianalisa ada beberapa perusahaan yang memalsukan kualitasnya. Nah ini sangat disesalkan karena kita di masyarakat itu sangat mengharapkan bahwa beras-beras fortifikasi itu adalah beras yang berkualitas tinggi, yang mengandung vitamin, antioksidan dan juga keperluan untuk ibu-ibu hamil dan juga stunting anak-anak," katanya.

Bulog Diminta Percepat Pasokan Beras Premium

Selain penindakan, Amran memastikan ketersediaan beras premium di pasar tetap aman. Perum Bulog diminta mengoptimalkan penyaluran karena stok yang tersedia masih melimpah.

Pasokan ke toko retail dan jaringan retail modern harus segera dilakukan. Pemerintah tidak ingin terjadi kekosongan pasokan yang bisa memicu gejolak harga.

"Beras premium kami minta Bulog optimalkan mensuplai, karena stoknya banyak. Itu bagaimana mensuplai toko-toko retail, modern, itu segera disuplai," ujar Amran.

Penguatan distribusi disebut sebagai bagian penting menjaga stabilitas pangan. Amran menegaskan kebutuhan masyarakat tidak boleh terganggu.

"Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat," tegasnya.

Dorongan Sidak ke Gerai Penjual Beras Fortifikasi

Endang mendukung penuh langkah Kementerian Pertanian memperketat pengawasan. Ia mendorong inspeksi mendadak ke gerai-gerai yang menjual beras fortifikasi.

"Saya sangat mendukung bahwa harus ada pengawasan yang ketat dan sidak kepada gerai-gerai yang menjual beras-beras fortifikasi," ujarnya.

Legislator itu meminta pelaku yang terbukti melanggar dihukum seberat-beratnya. Menurutnya, praktik curang di sektor pangan menyangkut keselamatan kesehatan masyarakat luas.

"Saya kira lebih baik diberi peringatan dan dihukum seberat-beratnya karena itu sangat merugikan kesehatan masyarakat kita," katanya.

Pemerintah menyatakan pengawasan akan diperkuat dari hulu hingga hilir, mulai produksi, distribusi, sampai tata niaga. Tujuannya memastikan pangan yang sampai ke masyarakat aman, berkualitas, dan sesuai ketentuan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index