Penerimaan Bea Cukai Capai Rp210,2 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 7,8 Persen

Penerimaan Bea Cukai Capai Rp210,2 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 7,8 Persen

ONLINEKINI.ID — Penerimaan kepabeanan dan cukai yang terhimpun hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp210,2 triliun, tumbuh 7,8 persen secara tahunan dari Rp194,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Seluruh komponen utama tercatat mengalami kenaikan, dengan bea keluar menjadi pendorong pertumbuhan tertinggi. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai capaian itu sebagai kinerja yang sangat baik.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2026 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.

Cukai Rp148,7 Triliun Jadi Kontributor Terbesar

Penerimaan cukai tercatat Rp148,7 triliun, naik 3,2 persen dari posisi Agustus 2025 yang sebesar Rp144 triliun. Kinerja itu ditopang aktivitas enforcement serta peningkatan produksi rokok dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

Bea masuk juga mencatat kenaikan 13 persen, dari Rp32,2 triliun menjadi Rp36,4 triliun. Kenaikan volume impor dan pergerakan kurs menjadi faktor pendorongnya.

Bea Keluar Tumbuh Paling Tinggi, Ditopang CPO

Bea keluar mencatat pertumbuhan paling tinggi di antara seluruh komponen, yakni 34,4 persen. Nilainya meningkat dari Rp18,7 triliun menjadi Rp25,1 triliun.

Kenaikan harga dan volume ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi penopang utama pertumbuhan bea keluar tersebut.

Penindakan Rokok Ilegal Naik 9,8 Persen

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memperkuat pengawasan terhadap peredaran barang ilegal sepanjang 2026. Hingga Agustus, jumlah penindakan rokok ilegal tercatat 13.151 kali.

Angka itu naik 9,8 persen dibandingkan 11.979 penindakan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Respons Menteri Keuangan

Suahasil menyebut pertumbuhan 7,8 persen sebagai hasil kerja yang solid di tengah berbagai tekanan eksternal. Menurutnya, capaian itu mencerminkan kinerja penerimaan negara yang terjaga.

“Kalau pertumbuhan 7,8 persen, ini menurut saya adalah kinerja yang sangat baik,” kata Suahasil dalam konferensi pers tersebut.

Pemerintah belum merinci proyeksi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir 2026. Namun, tren positif pada seluruh komponen menjadi modal untuk menjaga target penerimaan negara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index