JAKARTA - Harapan baru bagi para pencari kerja di ibu kota Sumatera Utara kini semakin nyata. Pemerintah Kota (Pemko) Medan tengah bersiap menggelar hajatan besar bertajuk Medan Career Expo 2026 pada 10 Februari mendatang. Tidak tanggung-tanggung, ajang ini dirancang sebagai jembatan masif yang mempertemukan ribuan talenta lokal dengan sektor industri melalui kolaborasi strategis bersama ratusan perusahaan terkemuka. Langkah ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan lapangan kerja yang terukur dan inklusif.
Bursa kerja ini bukan sekadar pertemuan rutin antara pemberi kerja dan pelamar, melainkan sebuah ekosistem pasar kerja yang dirancang untuk menyerap ribuan tenaga kerja dalam waktu singkat. Dengan skala yang lebih besar dari tahun sebelumnya, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan tingkat pengangguran terbuka di Kota Medan.
Target Serapan Ribuan Tenaga Kerja dari Berbagai Sektor
Keseriusan Pemko Medan dalam memfasilitasi warganya terlihat dari jumlah partisipan korporasi yang terlibat. Pemerintah Kota (Pemko) Medan melibatkan sekitar 150 perusahaan dalam pelaksanaan Medan Career Expo 2026 atau bursa kerja yang akan digelar pada 10 Februari 2026. Angka ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha yang tinggi terhadap kualitas sumber daya manusia di Kota Medan.
Dampak dari keterlibatan ratusan perusahaan tersebut adalah terciptanya peluang kerja yang sangat luas. Kegiatan ini diproyeksikan membuka 4.000 hingga 5.000 lowongan pekerjaan bagi pencari kerja di Kota Medan dan sekitarnya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, mengungkapkan bahwa antusiasme perusahaan masih terus mengalir menjelang hari pelaksanaan. Hingga saat ini, sudah 150 perusahaan yang terdaftar dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring dengan masih dibukanya proses pendaftaran.
Digitalisasi Pendaftaran Melalui Sistem Siduta
Untuk memastikan transparansi dan kemudahan akses, Pemko Medan memanfaatkan teknologi digital dalam menjaring mitra perusahaan. Ramaddan menjelaskan, Pemko Medan masih membuka pendaftaran bagi perusahaan yang ingin bergabung melalui Sistem Informasi Terpadu Ketenagakerjaan Kota Medan (Siduta). “Bursa kerja ini menggandeng sebanyak-banyaknya perusahaan karena pendaftaran masih dibuka melalui Siduta,” ujar Ramaddan di Medan, Rabu.
Melalui platform Siduta, sinkronisasi antara kebutuhan kualifikasi perusahaan dan profil pencari kerja dapat berjalan lebih efisien. Hal ini memungkinkan para pelamar untuk memetakan peluang mereka sebelum datang ke lokasi acara, sehingga proses rekrutmen di lapangan dapat berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran.
Akses Luas untuk Berbagai Latar Belakang Pendidikan
Lokasi pelaksanaan Medan Career Expo 2026 telah diputuskan akan diselenggarakan di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan. Pemilihan lokasi kampus ini diharapkan mampu menjangkau para lulusan baru namun tetap terbuka secara umum untuk seluruh lapisan masyarakat. Ramaddan menegaskan bahwa cakupan perusahaan peserta sangat beragam, mulai dari industri manufaktur, sektor jasa, hingga perdagangan.
Keberagaman sektor ini otomatis menciptakan variasi kebutuhan posisi yang tersedia. “Lowongan yang tersedia mencakup kebutuhan tenaga kerja fresh graduate hingga yang berpengalaman,” sebutnya. Dengan demikian, ajang ini menjadi peluang emas bagi pemuda yang baru menuntaskan pendidikan maupun profesional yang ingin mengembangkan karier di tempat baru.
Komitmen Terhadap Peluang Kerja Ramah Disabilitas
Salah satu terobosan penting dalam bursa kerja tahun ini adalah penekanan pada aspek kesetaraan. Pemko Medan tidak ingin ada kelompok yang tertinggal dalam mengakses peluang ekonomi. Oleh karena itu, bursa kerja tahun ini juga memberikan ruang khusus bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan akses yang setara terhadap informasi dan peluang kerja.
Ramaddan menegaskan bahwa inklusivitas adalah ruh dari pelaksanaan Medan Career Expo 2026. “Medan Career Expo 2026 merupakan upaya Pemkot Medan dalam membuka akses informasi pasar kerja bagi seluruh pencari kerja, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa dunia kerja di Medan semakin ramah terhadap keberagaman dan memberikan hak yang sama bagi setiap warga negara untuk berkarya.
Harapan Besar Terhadap Penurunan Angka Pengangguran
Di akhir pernyataannya, Ramaddan menyampaikan optimisme yang besar bahwa bursa kerja ini bukan hanya sekadar seremoni satu hari. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi solusi nyata dalam menekan angka pengangguran serta mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan tenaga kerja yang kompeten di Kota Medan. Dengan persiapan yang matang dan jumlah lowongan yang mencapai ribuan, Medan Career Expo 2026 diharapkan menjadi katalisator bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat melalui produktivitas tenaga kerja yang optimal.
Pemerintah Kota mengimbau kepada seluruh masyarakat Medan untuk mempersiapkan dokumen pendukung dan meningkatkan keahlian teknis agar dapat bersaing secara sehat di ajang tersebut. Dukungan penuh dari sektor swasta menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha adalah kunci utama dalam membangun ketahanan ekonomi daerah melalui penyediaan lapangan kerja yang bermartabat.