KEMENHUB

Prioritas Keselamatan Mudik 2026: Kemenhub Masifkan Inspeksi Kapal Nasional

Prioritas Keselamatan Mudik 2026: Kemenhub Masifkan Inspeksi Kapal Nasional
Prioritas Keselamatan Mudik 2026: Kemenhub Masifkan Inspeksi Kapal Nasional

JAKARTA - Menjelang momentum besar arus mudik Ramadan dan Idulfitri 2026, aspek keselamatan transportasi laut menjadi fokus utama yang tidak dapat ditawar. Menyadari potensi lonjakan penumpang yang signifikan, otoritas perhubungan laut telah memulai langkah preventif melalui serangkaian inspeksi ketat di berbagai pintu masuk pelabuhan di tanah air. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap armada yang melaut bukan hanya siap secara operasional, tetapi juga memenuhi standar kelaikan internasional demi menjamin keselamatan nyawa jemaah mudik.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pemeriksaan kelaiklautan kapal atau ramp check jelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Pemeriksaan dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) secara serentak di 98 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perhubungan Laut di seluruh Indonesia. Mobilisasi inspeksi serentak ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memitigasi risiko kecelakaan laut selama periode sibuk tersebut.

Persiapan Dini di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

Salah satu titik krusial yang menjadi sasaran inspeksi adalah Kalimantan Selatan, yang merupakan salah satu hub transportasi laut penting di Indonesia Tengah. Kasubdit Pengukuran, Pendaftaran, dan Kebangsaan Kapal Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Alwan Rasyid, terjun langsung ke lapangan pada Rabu 4 Februari 2026 malam untuk memimpin jalannya pemeriksaan. Dalam kesempatan ini, Alwan memeriksa Kapal Motor (KM) Dharma Kartika II di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Ia menjelaskan, langkah ini dilakukan sebagai persiapan dini dalam menghadapi lonjakan angkutan laut pada arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pemeriksaan yang dilakukan jauh sebelum masa puncak mudik bertujuan memberikan waktu bagi operator kapal untuk melakukan perbaikan jika ditemukan adanya ketidaksesuaian standar teknis. Menurutnya, ramp check merupakan agenda rutin tahunan yang telah diinstruksikan langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut sejak 14 Januari 2026.

Fokus Inspeksi: Kapal Penumpang dan Pengangkut Kendaraan

Mengingat pola mudik masyarakat Indonesia yang sering membawa kendaraan pribadi, perhatian khusus diberikan pada jenis kapal yang memiliki risiko beban lebih tinggi. Kemenhub memastikan tidak ada celah bagi kapal-kapal yang mengabaikan aspek keamanan teknis. “Ramp check fokus pada kapal penumpang dan kapal pengangkut kendaraan yang melayani arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Alwan.

Pemeriksaan dini dilakukan untuk memastikan seluruh kapal yang beroperasi memenuhi persyaratan kelaiklautan dan standar keselamatan pelayaran. Hal ini penting guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut selama periode Lebaran. Melalui pengecekan sistem navigasi, alat keselamatan jiwa, hingga kondisi mesin, pemerintah berupaya memberikan jaminan penuh bahwa transportasi laut adalah pilihan yang aman bagi keluarga pemudik.

Sinergi Kolaboratif Antar-Lembaga Perkapalan

Keakuratan hasil pemeriksaan dijamin melalui keterlibatan para ahli dari berbagai instansi terkait. Ramp check dilaksanakan secara kolaboratif oleh tim dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), serta kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan setempat. Kerja sama tripartit ini memastikan proses inspeksi dilakukan secara objektif dan mendalam.

Jangkauan inspeksi ini dipastikan merata hingga ke pelosok nusantara guna menghindari adanya kapal-kapal yang tidak laik beroperasi di jalur-jalur sekunder. “Instruksi ramp check tersebut berlaku untuk seluruh UPT Perhubungan Laut di Indonesia. Baik di pelabuhan utama maupun pelabuhan singgah,” katanya. Luasnya cakupan 98 UPT ini menunjukkan bahwa pengawasan tidak hanya terpusat di Jawa, namun meluas ke seluruh gerbang maritim Indonesia.

Menjamin Kelancaran Mobilitas Masyarakat Saat Lebaran

Di penghujung arahannya, Alwan menegaskan, pengawasan menyeluruh terhadap armada laut sangat diperlukan mengingat tingginya mobilitas masyarakat saat momen Lebaran. Ketegasan dalam pengawasan ini adalah bentuk pelayanan negara kepada warga yang ingin bersilaturahmi ke kampung halaman. Dengan kesiapan kapal yang optimal, diharapkan pelayanan angkutan laut dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Pihak Kemenhub berkomitmen untuk terus memantau hasil ramp check ini hingga menjelang hari H keberangkatan mudik. Setiap temuan akan ditindaklanjuti secara tegas sesuai dengan regulasi pelayaran yang berlaku. “Kami ingin memastikan layanan angkutan laut berjalan aman dan tertib. Serta berjalan lancar selama Lebaran 2026,” ucapnya. Harapannya, melalui persiapan yang matang ini, angka kecelakaan laut dapat ditekan hingga titik nol dan seluruh masyarakat dapat merayakan hari raya dengan penuh sukacita dan keselamatan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index