JAKARTA - Di tengah pusaran ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi banyak negara maju, Indonesia justru menunjukkan tajinya dengan performa yang stabil dan meyakinkan. Pemerintah melalui kementerian terkait menegaskan bahwa fondasi ekonomi domestik saat ini berada dalam kondisi yang sangat prima. Meskipun dinamika geopolitik dan fluktuasi pasar dunia belum sepenuhnya mereda, arah pembangunan ekonomi nasional diklaim tetap berada pada koridor yang direncanakan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur positif di tengah ketidakstabilan global yang masih tinggi. Ia menilai kinerja ekonomi nasional relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain. Pernyataan ini bukan sekadar optimisme kosong, melainkan didasarkan pada data pertumbuhan riil yang menunjukkan Indonesia mampu mempertahankan momentum ekspansi di saat negara lain justru mengalami perlambatan.
Capaian Pertumbuhan Kuartal III Sebagai Bukti Keunggulan Komparatif
Kekuatan ekonomi Indonesia terlihat jelas jika dibandingkan dengan performa negara-negara lain dalam lanskap ekonomi global saat ini. Dalam sebuah kesempatan usai melakukan koordinasi dengan badan legislatif, Menkeu memaparkan data pembanding yang menempatkan posisi Indonesia di jajaran atas negara dengan performa terbaik.
"Dalam konteks global, posisi Indonesia lebih baik dari banyak negara. Pada kuartal III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di 5,04%, lebih tinggi dibandingkan dengan banyak negara," katanya usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu. Angka 5,04% tersebut menjadi sinyal kuat bahwa daya tahan ekonomi Indonesia tidak hanya bersifat defensif, tetapi juga mampu melakukan serangan balik melalui berbagai kebijakan stimulus yang tepat sasaran.
Pilar Utama Penopang Soliditas Ekonomi Dalam Negeri
Stabilitas yang dirasakan saat ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras berbagai sektor yang saling terintegrasi. Menurut Purbaya, capaian tersebut mencerminkan mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang masih solid, dengan konsumsi rumah tangga, investasi, serta transformasi industri tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ketiga pilar tersebut bekerja secara sinergis; konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga memastikan perputaran uang di tingkat akar rumput tetap hidup, sementara arus investasi dan transformasi industri memberikan nilai tambah jangka panjang yang memperkuat struktur ekonomi nasional. Ia menambahkan, di tengah kondisi global yang diliputi ketidakpastian, Indonesia masih dipersepsikan positif sebagai negara emerging economy dengan kombinasi pertumbuhan yang relatif tinggi, stabilitas harga yang terjaga, serta risiko ekonomi yang terkendali.
Optimisme Menghadapi Momentum Ekspansi yang Berkelanjutan
Menatap masa depan, pemerintah melihat adanya peluang besar seiring dengan mulai melandainya tekanan suku bunga global. Hal ini dipercaya akan memberikan ruang napas yang lebih lega bagi pasar keuangan dan investasi di tanah air. Selain itu, posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok dunia semakin memperkuat posisi tawar nasional di mata investor internasional.
"Dengan situasi global yang mulai lebih bersahabat dari sisi suku bunga dan posisi relatif Indonesia yang semakin kuat dalam global supply chain, kita berada pada jalur yang tepat untuk menjaga momentum ekspansi ekonomi yang berkelanjutan, tentunya dengan tetap waspada terhadap berbagai risiko yang kita hadapi," tegas Purbaya.
Pernyataan Menkeu ini sekaligus menjadi pengingat bahwa meskipun berada di atas angin, kewaspadaan tetap menjadi kunci. Pemerintah berkomitmen untuk terus memitigasi risiko-risiko eksternal yang bisa muncul sewaktu-waktu, sembari memastikan bahwa mesin pertumbuhan domestik tetap panas. Kepercayaan global terhadap stabilitas harga dan pengendalian risiko di Indonesia diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masuknya modal asing yang berkualitas guna menopang pembangunan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui koordinasi yang erat antara otoritas fiskal dan moneter, Indonesia optimis dapat terus mempertahankan statusnya sebagai salah satu titik terang dalam ekonomi dunia yang tengah meredup. Kondisi fundamental yang solid saat ini merupakan bekal yang sangat berharga untuk menavigasi tantangan ekonomi di sisa tahun 2026 dan tahun-tahun mendatang.