JAKARTA - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn. Marciano Norman berharap Kongres Biasa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mendiskusikan pembinaan prestasi dan tata kelola organisasi sepak bola tanah air.
Marciano menegaskan bahwa ekosistem sepak bola nasional akan terbentuk dengan kokoh apabila sistem tata kelola organisasi PSSI dijalankan secara profesional dan berintegritas.
"Karena saya selalu berpandangan bahwa hanya dengan organisasi PSSI yang tata kelolanya baik akan melahirkan kompetisi yang baik, akan melahirkan prestasi dari tim nasional yang baik," ujar Marciano Norman dalam pidato Kongres Biasa PSSI di Jakarta, Senin.
"Tentunya rangkaian kompetisi di Indonesia yang dilaksanakan oleh liga sepak bola Indonesia berjalan dengan baik dan tentunya banyak hal yang harus terus dievaluasi agar ke depan juga semakin baik," imbuhnya.
Ia menilai bahwa saat ini industri sepak bola Indonesia terus menunjukkan grafik perkembangan yang signifikan. Hal tersebut dibuktikan oleh raihan hasil positif yang sukses dicapai oleh tim nasional Indonesia di kancah internasional.
Ke depan, Marciano bertekad memastikan penyelenggaraan cabang olahraga sepak bola pada Pekan Olahraga Nasional (PON) NTT-NTB 2028 dapat berjalan jauh lebih berkualitas dibandingkan pelaksanaan ajang sebelumnya.
"Untuk KONI Pusat sendiri, nanti pada pelaksanaan sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-22 yang akan datang, tahun 2028 di NTT dan di NTB, pelaksanaan sepak bolanya lebih baik daripada saat kami melakukan di Aceh-Sumatera Utara," kata Marciano.
PSSI resmi menggelar Kongres Biasa yang dihadiri oleh para pemilik hak suara dari jajaran Asprov PSSI, klub Liga 1, hingga perwakilan klub Liga 2.
Agenda utama pada perhelatan Kongres Biasa kali ini berfokus pada penyampaian laporan kegiatan serta keuangan PSSI tahun buku 2025, sekaligus pembahasan rencana anggaran untuk periode 2026.
Selain itu, kongres turut membahas pembaruan status klub yang meliputi perubahan nama, pergeseran domisili, hingga pengesahan regulasi terkait status dan proses transfer pemain dalam kompetisi domestik.