Dokter Bagikan 5 Tips Memilih Sepatu yang Tepat Demi Kesehatan Kaki

Dokter Bagikan 5 Tips Memilih Sepatu yang Tepat Demi Kesehatan Kaki
Ilustrasi Sedang Memilih Sepatu.

JAKARTA - Memilih alas kaki sering kali sekadar berpatokan pada model visual atau standar ukuran yang biasa dipakai.

Padahal, penggunaan sepatu yang tak sejalan dengan struktur maupun kondisi kaki sanggup melipatgandakan risiko timbulnya nyeri hingga cedera, utamanya bagi individu yang aktif bergerak dan berolahraga.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Konsultan Siloam Hospitals Mampang dr. Antonius Andi Kurniawan bersama Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Kaki dan Pergelangan Kaki (Foot & Ankle) Siloam Hospitals Mampang dr. Astuti Pitarini mengungkapkan bahwa aspek kenyamanan serta kepasrahan ukuran menjadi pilar utama sewaktu memilih sepatu.

Menurut penuturan keduanya, terdapat sederet langkah praktis yang bisa diterapkan masyarakat supaya sepatu yang dibeli tak sekadar nyaman dipakai, namun juga menyokong pemeliharaan kesehatan kaki.

5 Tips memilih sepatu yang tepat dan nyaman menurut dokter.

Utamakan kenyamanan, bukan sekadar model.

Poin perdana yang wajib dicermati kala berburu sepatu yakni tingkat kenyamanannya.

Sepatu yang terlampau sempit sanggup melayangkan tekanan lebih pekat pada area kaki, sehingga mendongkrak rasa tak nyaman tatkala dipakai bergerak.

Dr. Andi menekankan, faktor kenyamanan semestinya ditempatkan sebagai prioritas ketimbang sekadar mengejar tren gaya atau desain visual.

"Kenyamanan sepatu jadi faktor utama dalam pemilihan. Sepatu yang kesempitan tentu akan bikin beban di kakinya lebih berat," kata dr. Andi dalam Media Gathering Siloam Hospitals Mampang: Strong Bones, Strong Bonds di Siloam Hospitals Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).

Oleh sebab itu, masyarakat dianjurkan untuk tidak memaksakan diri mengenakan sepatu yang terasa menjepit cuma lantaran kepikat modelnya.

Hantaman tekanan yang terjadi berulang pada kaki berpotensi menimbulkan beragam keluhan kesehatan bila dibiarkan dalam kurun waktu panjang.

Cobalah sepatu sambil berdiri dan berjalan.

Merujuk penjelasan dr. Astuti, metode saat menjajal sepatu turut menentukan apakah ukurannya benar-benar presisi dengan anatomi kaki.

Ia menyarankan masyarakat mencoba calon sepatu dalam posisi berdiri tegak, alih-alih duduk.

Sewaktu posisi tubuh berdiri, kaki menopang tumpuan beban sehingga dimensinya sanggup sedikit melebar ketimbang saat tanpa tumpuan.

"Cara memilih sepatu yang tepat itu harus berdiri, jangan duduk, karena ketika kaki dikasih beban atau weight-bearing, kakinya bisa bertambah lebar dan bertambah panjang sedikit,” tambah dia.

Di samping berdiri, calon pembeli juga diimbau untuk melangkah beberapa tindakan saat menjajal sepatu.

Hal ini guna memastikannya tetap menyajikan rasa nyaman ketika kaki aktif melangkah.

"Makanya kan sering diminta jalan, sebenarnya diminta jalan itu dalam rangka ya kami kasih pressure ke kakinya,” ujar dr. Asusti.

Dengan mengajak berjalan, seseorang dapat mendeteksi apakah ada bagian dinding sepatu yang menghimpit kaki atau justru terlalu longgar hingga mengganggu kenyamanan gerak.

Gunakan ukuran dalam sentimeter.

Banyak orang terbiasa menentukan sepatu berpatokan pada nomor seri ukuran, contohnya 37, 38, atau 40.

Padahal, dr. Astuti membeberkan bahwa rumus tersebut belum tentu menggambarkan proporsi kaki secara akurat.

Ia menganjurkan masyarakat berpatokan pada panjang kaki berbasis satuan sentimeter.

"Paling ideal itu menggunakan sentimeter. Toko-toko sepatu yang bagus ada sizer atau pengukur yang bisa menentukan berapa senti kaki kami. Dibandingkan pakai ukuran 37-40 itu, sebaiknya pakai sentimeter,” imbaunya.

Proses pengukuran memanfaatkan alat khusus sanggup membantu menemukan ukuran yang lebih presisi, mengingat tiap-tiap merek sepatu memegang standar dimensi yang berbeda.

Belilah sepatu pada sore hari.

Pemilihan waktu saat bertransaksi sepatu rupanya turut memengaruhi kenyamanan pemakaian.

Dr. Astuti mengimbau sore hari menjadi momen paling pas untuk menjajal serta membeli sepatu, sebab ukuran kaki umumnya berada pada titik paling panjang dan paling lebar usai dipakai beraktivitas seharian.

"Kalau beli sepatu itu sebaiknya sore-sore karena mencerminkan ukuran kaki terpanjang dan terlebar dibandingkan dibeli sepatu pagi-pagi,” sarannya.

Lewat taktik memilih sepatu sewaktu ukuran kaki berada di kondisi maksimal, potensi membeli sepatu yang berujung kekecilan saat dipakai harian dapat ditekan.

Jangan memakai sepatu yang sudah terlalu usang.

Bukan cuma ketepatan ukuran, kualitas kondisi fisik sepatu wajib dipantau.

Menurut dr. Andi, sepatu memuat batas usia pakai sehingga tak bijak bila terus dipaksakan hingga teramat usang.

Ia juga menyarankan masyarakat tidak langsung memfungsikan sepatu baru untuk agenda berdurasi panjang.

"Punya sepatu banyak itu resiko cederanya lebih kecil, karena sepatu itu ada umurnya, kami enggak boleh pakai sepatu yang udah usang banget dan jangan pakai sepatu baru untuk jalan lama, harus dipakai berkala,” pungkas dia.

Mengasuh beberapa pasang sepatu secara bergantian sanggup membantu menekan laju keausan pada bagian sol alas kaki.

Sementara itu, sepatu yang baru dibeli baiknya dipakai secara bertahap supaya kaki memiliki jeda waktu untuk beradaptasi, sekaligus mencegah timbulnya lecet maupun rasa tak nyaman saat dipakai.

Lewat langkah pemilihan sepatu yang cermat, masyarakat tidak sekadar memperoleh rasa nyaman kala berjalan maupun berolahraga, tetapi juga membantu membentengi kesehatan kaki serta menekan risiko cedera akibat penggunaan alas kaki yang tidak proporsional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index