Ketahui 5 Tanda Bayi Siap MPASI agar Tumbuh Kembang Lebih Optimal

Ketahui 5 Tanda Bayi Siap MPASI agar Tumbuh Kembang Lebih Optimal
Ilustrasi Bayi Sedang Makan MPASI.

JAKARTA - Memasuki usia enam bulan, banyak orang tua mulai mempertanyakan waktu yang tepat untuk memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI). Tidak sedikit yang mengira patokan utama hanyalah usia, padahal tingkat kesiapan setiap bayi berbeda-beda.

Berikut tanda bayi siap MPASI yang perlu dipahami oleh para orang tua.

Sebagian bayi mungkin sudah siap sedikit lebih awal, sementara yang lain memerlukan waktu beberapa minggu lebih lama. Para ahli sepakat bahwa kesiapan perkembangan fisik bayi jauh lebih krusial dibandingkan sekadar memperhitungkan usianya.

Bayi yang belum menunjukkan kemampuan fisik tertentu sebaiknya tidak terburu-buru diberi makanan padat, termasuk bubur.

Dengan memahami indikasi tersebut, orang tua dapat memberikan MPASI pada momentum yang tepat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dikutip dari Solid Starts, selain memperhatikan faktor usia, berikut beberapa tanda kesiapan bayi menerima MPASI yang perlu diperhatikan.

1. Mampu Duduk Tegak dengan Minim Bantuan

Salah satu penanda paling utama adalah kemampuan bayi untuk duduk tegak walau hanya dengan bantuan ringan. Posisi ini menjaga leher, kepala, serta tubuh tetap stabil guna meminimalkan risiko tersedak saat menyantap makanan.

Bantuan minimal dapat berupa sanggaan tangan orang tua, bantal di area pinggul, atau gulungan handuk pada kursi makan bayi.

Apabila bayi masih harus bersandar penuh atau tubuhnya cenderung condong ke samping dan depan, sebaiknya pemberian MPASI ditunda satu hingga dua minggu. Selama masa penundaan, otot tubuh bayi dapat terus dilatih melalui tummy time serta bermain di lantai.

2. Dapat Menopang Kepala dengan Stabil

Selain duduk, bayi juga wajib mampu mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil. Idealnya, kemampuan ini dapat dipertahankan selama kurung waktu 15 menit tanpa membuat kepala terkulai ke depan atau samping.

Kontrol leher dan kepala sangat penting demi keamanan proses menelan. Jika leher belum mampu menopang kepala dengan baik, bayi belum siap menerima makanan padat meski usianya sudah menginjak enam bulan.

3. Mampu Meraih Benda dan Membawanya ke Mulut

Koordinasi motorik antara tangan dan mulut menjadi indikator kesiapan berikutnya. Bayi yang sudah siap umumnya mampu mengambil mainan saat posisi duduk, lalu mengarahkannya ke mulut sebagai proses eksplorasi.

Kemampuan ini menandakan bahwa perkembangan motorik halus mulai matang, sehingga bayi lebih siap belajar memegang dan memasukkan makanan sendiri. Fase ini juga mengenalkan berbagai bentuk serta tekstur benda kepada bayi.

4. Menunjukkan Minat Terhadap Makanan

Indikasi lainnya terlihat dari ketertarikan bayi terhadap makanan yang sedang dikonsumsi orang sekitar. Tanda tersebut mencakup memperhatikan orang tua makan, berusaha meraih hidangan di meja, membuka mulut, hingga menunjukkan rasa penasaran.

Kendati demikian, antusiasme terhadap makanan saja belum cukup. Orang tua tetap wajib memastikan seluruh tanda kesiapan fisik lainnya sudah terpenuhi secara bersamaan.

5. Seluruh Tanda Kesiapan Muncul Secara Bersamaan

Poin paling krusial yang wajib diingat adalah bayi harus menunjukkan seluruh tanda kesiapan secara menyeluruh, bukan cuma sebagian. Jika ada salah satu kemampuan yang belum berkembang, disarankan untuk menunggu hingga kondisi fisik bayi benar-benar siap.

Umumnya bayi siap memulai MPASI pada usia sekitar enam bulan. Namun, sebagian bayi baru siap saat mendekati usia tujuh bulan dan hal tersebut masih tergolong wajar.

Pemberian MPASI terlalu dini, misalnya pada usia empat bulan tanpa anjuran medis, tidak disarankan karena sistem pencernaan dan perkembangan bayi belum siap menerima makanan padat sebagai asupan nutrisi utama.

Memahami indikator kesiapan ini akan membantu orang tua menentukan waktu terbaik dalam memberikan MPASI bagi sang buah hati.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index