PMUI Tambah Waktu Perjanjian Divestasi Saham GRPM Sampai Akhir 2026

PMUI Tambah Waktu Perjanjian Divestasi Saham GRPM Sampai Akhir 2026
PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk.

JAKARTA — PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk. (PMUI) telah memperpanjang masa berlaku term sheet mengenai rencana pelepasan mayoritas saham PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM) kepada calon pengendali baru hingga akhir 2026.

Direktur PMUI Ari Purwandini menjelaskan bahwa perpanjangan tersebut dilakukan lantaran proses pembahasan serta negosiasi atas rencana transaksi tersebut masih berjalan.

Berdasarkan keterbukaan informasi GRPM, pihak calon pengendali baru, PMUI, dan Agus Susanto sebagai penjual telah menyepakati perpanjangan jangka waktu term sheet sampai 31 Desember 2026.

“Perpanjangan jangka waktu Term Sheet tersebut dilakukan karena proses pembahasan dan negosiasi terkait rencana transaksi sebagaimana dimaksud dalam Term Sheet masih berlangsung,” mengutip keterbukaan informasi, Kamis (3/9/2026).

Langkah perpanjangan ini sekaligus memberikan tambahan waktu bagi setiap pihak guna melanjutkan pembahasan dan negosiasi seputar rencana pengambilalihan saham GRPM.

Sebelumnya, pada 12 Februari 2026, PMUI telah menandatangani term sheet non-binding terkait rencana pengambilalihan saham GRPM oleh PT Tunas Binatama Lestari yang merupakan bagian dari Rimau Group.

Dalam rencana transaksi tersebut, PMUI akan melepas sebanyak 70,67 persen saham GRPM kepada calon pengendali baru.

Rencana divestasi GRPM ini menjadi bagian dari langkah strategi diversifikasi bisnis PMUI. Perseroan saat ini sedang mengkaji pengembangan bisnis perhotelan melalui entitas anak usaha yang baru.

Direktur Utama PMUI Agus Susanto sebelumnya mengungkapkan bahwa kontribusi GRPM terhadap kinerja perseroan saat ini relatif tidak signifikan, sehingga pelepasan saham tersebut diproyeksikan tidak memberi dampak besar bagi operasional maupun kinerja PMUI.

“Kontribusi GRPM tidak terlalu signifikan, jadi saya rasa tidak berpengaruh apa pun,” ujarnya dalam acara Paparan Publik, Senin (11/5/2026).

Menurut Agus, diversifikasi dilaksanakan demi memperkuat kinerja PMUI di tengah dinamika industri distribusi. Di lain sisi, perseroan tetap memfokuskan diri pada bisnis distribusi telekomunikasi yang menjadi kontributor utama pendapatan.

PMUI sendiri dikenal sebagai distributor produk PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) atau XLSmart, yaitu perusahaan hasil penggabungan antara XL Axiata dan Smartfren.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index