Tren Fiber Maxxing Marak Pakar Gizi IPB Ingatkan Risiko Serat Berlebih

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05:31 WIB
Ilustrasi makanan tinggi serat.

JAKARTA - Tren fiber maxxing yang sedang marak di media sosial memicu masyarakat untuk memacu asupan serat hingga 50-100 gram per hari demi menjaga kesehatan saluran cerna. Kendati demikian, pakar gizi masyarakat IPB University, Prof Ali Khomsan, menegaskan bahwa pemenuhan serat sejatinya cukup diperoleh dari pola makan seimbang tanpa perlu bergantung pada suplemen.

Praktik fiber maxxing pada dasarnya adalah langkah memaksimalkan konsumsi serat berkat dampaknya yang positif bagi pencernaan. Walau begitu, asupan serat idealnya tetap disesuaikan dengan takaran yang dianjurkan.

"Sesuatu makanan atau sumber gizi apabila dikonsumsi secara berlebihan tentu saja bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Serat yang dikonsumsi berlebihan juga dapat mengganggu serapan zat gizi lain," ujarnya dikutip IPB University.

Prof Ali menerangkan bahwa takaran serat bagi orang dewasa berkisar antara 20-30 gram per hari. Jumlah itu pada umumnya dapat tercukupi apabila rutin mengonsumsi buah, sayur, dan biji-bijian utuh (whole grains).

Menurut Prof Ali, individu yang sudah menerapkan pola makan sehat serta bervariasi tidak lagi membutuhkan suplemen serat. Asupan suplemen baru diperlukan pada situasi khusus, misalnya lansia yang mengalami penurunan nafsu makan, pasien yang menjalani pemulihan, atau orang dengan gangguan kesehatan yang menyulitkannya memenuhi gizi dari makanan harian.

"Jadi, suplemen diperlukan dalam batas tertentu dan tergantung pada problem makan yang sedang dihadapi," katanya.

Prof Ali membeberkan bahwa tingkat konsumsi buah dan sayur di Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan bermacam hasil survei, kisaran 90 persen warga belum mampu mencukupi kebutuhan sayur dan buah harian, yang berdampak pada rendahnya asupan serat.

Padahal, opsi serat alami sangat melimpah di Indonesia. Beraneka ragam sayur dan buah merupakan pilihan terbaik, termasuk apel serta pir yang disarankan untuk dikonsumsi langsung bersama kulitnya usai dicuci bersih.

"Pada kulit apel dan pir terdapat serat larut yang baik untuk membantu mengendalikan kolesterol sekaligus menjaga kesehatan saluran cerna," jelasnya.

Ia pun mengimbau agar publik tidak begitu saja mengekor tren yang hanya berfokus pada satu jenis zat gizi. Ia menekankan bahwa pedoman Gizi Seimbang serta prinsip "Isi Piringku" keluaran Kementerian Kesehatan tetap menjadi panduan utama yang paling ideal.

"Minimal konsumsi lima porsi sayur dan buah setiap hari atau sekitar 400 gram sesuai anjuran WHO. Dengan pola makan yang beragam, kebutuhan serat akan lebih mudah terpenuhi dan kesehatan dapat terjaga secara berkelanjutan," tutupnya.

Terkini