Pakar Nutrisi Ungkap Alasan Penting Bijak Pilih Pugasan Bagi Yoghurt

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:30:01 WIB
Ilustrasi semangkuk yoghurt.

JAKARTA - Yoghurt kerap digambarkan sebagai makanan sehat karena pihak produsen umumnya menyoroti keunggulan sifat rendah lemak atau kandungan probiotik di dalamnya.

Menurut Johannah Katz, seorang ahli diet terdaftar (RD) yang berfokus pada perawatan pencegahan, manajemen berat badan, serta nutrisi kinerja, yoghurt umumnya diolah dari susu yang telah dipasteurisasi, dihomogenisasi, dimatangkan, lalu difermentasi. Keterangan tersebut disampaikan Katz dalam publikasi Real Simple pada Kamis (6/8).

Ahli gizi terdaftar di Providence St. Jude Medical Center, Megan Wroe, menambahkan bahwa kandungan gizi alami pada yoghurt terkadang mengalami penurunan akibat adukan gula dan penambah rasa, terkhusus pada varian froyo atau yoghurt beku yang teksturnya menyerupai es krim.

“Froyo cenderung memiliki lebih banyak gula karena rasa yoghurt membutuhkan lebih banyak gula untuk menutupi rasa asamnya,” katanya.

Katz kemudian mengulas fenomena toko yoghurt yang kini menjamur dengan konsep pugasan swalayan, di mana hal tersebut sanggup merubah profil nutrisi makanan secara signifikan.

“Satu porsi yoghurt beku yang sederhana dapat menjadi jauh lebih tinggi kandungannya. Froyo mengandung kalori, gula tambahan, dan lemak jenuh ketika diberi pugasan permen, kue, potongan brownies, sirup, dan porsi besar granola atau selai kacang,” katanya Katz.

Lebih lanjut, Katz menyebut bahwa froyo sering dipasarkan lewat klaim memiliki kultur hidup dan aktif, yang menandakan adanya bakteri baik untuk pencernaan sebagaimana lazimnya yoghurt. Kendati yoghurt beku dapat diolah menggunakan kultur hidup dan aktif, kadar pasti dari bakteri hidup tersebut bisa jadi berkurang sewaktu kami mengonsumsinya.

"Meskipun yoghurt beku dapat dibuat dengan kultur hidup dan aktif, jumlah bakteri hidup yang tepat mungkin lebih rendah pada saat kami memakannya," jelasnya.

Wroe menganjurkan bagi mereka yang mengidap kolesterol tinggi atau intoleransi laktosa, yoghurt biasa dapat menjadi opsi yang jauh lebih ideal asalkan jeli dalam memilah pugasan.

Sebagai contoh, konsumen dapat menambahkan satu hingga dua jenis pugasan saja yang menyehatkan, seperti potongan buah segar, biji kacang-kacangan, atau kepingan cokelat.

Bagi seseorang yang kerap kesulitan merasa kenyang, es krim terkadang terasa lebih mengenyangkan lantaran teksturnya yang lembut serta memiliki kadar lemak yang relatif lebih tinggi.

Sementara itu, Katz menyarankan konsumen untuk rajin mencermati ukuran porsi, kadar gula tambahan, lemak jenuh, hingga kandungan protein, lalu menentukan varian yang benar-benar disukai sembari tetap membatasi porsinya.

Terkini