Pemulihan 71 LKP Pascabencana di Aceh dan Sumut Diberi Rp4,18 Miliar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 23:39:32 WIB
Kemendikdasmen kucurkan Rp4,18 miliar pulihkan 71 LKP di Aceh & Sumut.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan dana bantuan sebesar Rp4,18 miliar untuk pemulihan 71 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) pascabencana banjir di Aceh serta Sumatera Utara (Sumut) demi memperkuat sektor pendidikan nonformal dan vokasi.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin dalam keterangan tertulisnya menyebutkan bahwa musibah banjir di dua area tersebut merusak sarana fisik sekaligus mengganggu aktivitas belajar mengajar.

“Kalau kami review ke sebelumnya, bencana alam di wilayah Aceh dan Sumut berdampak merusak bangunan dan merendam alat praktik serta menguji keberlangsungan proses belajar di LKP. Namun LKP bukan sekadar fisik bangunan saja yang terkena, melainkan juga ruang harapan bagi anak bangsa untuk meraih keterampilan. Dalam kondisi sulit apapun tentu kami harus tetap memastikan pendidikan bermutu untuk semua, dan Kemendikdasmen menyalurkan bantuan peningkatan mutu sebesar Rp4,18 miliar kepada 71 LKP,” kata Tatang.

Tatang merinci penerima bantuan di Provinsi Aceh mencakup 49 LKP, yang tersebar di Kabupaten Bireuen sebanyak 21 lembaga, Aceh Tamiang 12 lembaga, Langsa 10 lembaga, serta Lhokseumawe 6 lembaga.

Untuk wilayah Sumut, tercatat 22 LKP yang memperoleh dana penanganan, meliputi 17 lembaga di Kabupaten Langkat dan 5 lembaga di Kabupaten Deli Serdang.

“Penyaluran ini merupakan modal nyata untuk memulihkan sarana belajar, sekaligus memperkuat tata kelola dan menghadirkan kembali media pembelajaran yang adaptif sejalan dengan kebijakan pemerataan mutu dan pendidikan karakter berbasis vokasi,” katanya.

Pimpinan LKP Sakinah, Samsinar mengungkapkan dukungan Kemendikdasmen ini membangkitkan kembali aktivitas pelatihan masyarakat lokal, utamanya bagi anak-anak yang putus sekolah dari jalur formal.

Samsinar menerangkan bahwa tempat pelatihannya terendam banjir sejak November 2025 yang merusak banyak perangkat kerja, seperti fasilitas jahit hingga peralatan kecantikan.

Alokasi dana tersebut, menurut Samsinar, diprioritaskan untuk pengadaan kembali perlengkapan praktek yang rusak.

LKP Sakinah berfokus membekali kelompok muda yang terputus akses pendidikannya agar memiliki keahlian wirausaha, meliputi bidang tata busana dan tata rias.

Bantuan setara turut disalurkan kepada LKP Rita di Langkat, Sumut, yang sempat menghentikan kegiatan akibat sarana belajar hancur diterjang banjir, berupa kucuran dana Rp50 juta untuk pengadaan mesin baru dan operasional pelatihan.

Pimpinan LKP Rita, Dewi Rita menyampaikan apresiasinya karena bantuan tersebut memacu motivasi pengelola untuk membuka kembali layanan keterampilan guna mendorong kemandirian warga.

Terkini