Palang Merah: Trauma Banjir Nepal Sangat Berat, 93.000 Orang Terdampak

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:00:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Banjir dan tanah longsor yang menerjang Nepal dan wilayah otonomi China di Tibet telah menghancurkan ribuan rumah serta memutus akses ke sejumlah daerah terdampak paling parah. David Fisher mengatakan timnya belum dapat menjangkau beberapa wilayah karena jalan dan jembatan tersapu banjir, sementara jaringan listrik padam.

"Trauma dari peristiwa ini sangat besar," kata Fisher dalam konferensi pers di Jenewa, berbicara dari Kathmandu, seperti dikutip AFP.

Akses Bantuan Terhambat dan Kerusakan Infrastruktur Masif

Koordinator PBB untuk Nepal, Lila Pieters Yahia, melaporkan lebih dari 40 jembatan hancur atau rusak parah dan 40 kilometer jalan hancur total. Air minum kini diterbangkan ke daerah yang terkena dampak. "Kerusakannya sungguh luar biasa," ujarnya dari lapangan.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengurangan Risiko Bencana PBB, Kamal Kishore, menyebut bencana ini sangat dahsyat. "Kami sudah lama tidak melihat bencana gunung seperti ini. Ini benar-benar besar dan kami masih berusaha mengatasi tingkat kerusakannya," katanya. Kishore menambahkan bahwa bencana tersebut memicu berbagai bahaya berjenjang dalam satu ekosistem.

Ribuan Anak Terdampak dan Fasilitas Kesehatan Rusak

UNICEF mengonfirmasi sedikitnya 14 anak tewas dalam bencana ini. Juru bicara Ricardo Pires mengingatkan bahwa tragedi ini baru saja dimulai. "Bagi mereka yang selamat, keadaan darurat ini masih jauh dari selesai. Anak-anak kini menghadapi peningkatan risiko penyakit, kekurangan gizi, kekerasan dan eksploitasi, serta dampak psikologis dari apa yang mereka alami," jelasnya.

Data UNICEF menunjukkan 18 sekolah hancur dan 20 sekolah lainnya rusak. Diperkirakan 10.000 anak sangat membutuhkan bantuan untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan delapan petugas kesehatan hilang dan enam fasilitas kesehatan rusak. Juru bicara WHO Tarik Jasarevic menegaskan prioritas saat ini adalah memastikan kesinambungan layanan kesehatan. Badan kesehatan PBB itu telah mengirimkan masker bedah, sarung tangan, dan kantong jenazah ke Nepal.

Bantuan Darurat dan Respons Internasional

Palang Merah Nepal telah mulai menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, air, peralatan kebersihan, kasur, dan selimut. Kepala bantuan PBB Tom Fletcher menyatakan PBB bergerak cepat untuk menyelamatkan nyawa, sementara operasi pencarian dan penyelamatan menjadi prioritas pemerintah Nepal.

Fisher memperkirakan ribuan rumah hancur atau mengalami kerusakan parah akibat bencana ini. "Kami yakin setidaknya 93.000 orang terkena dampaknya dan sangat membutuhkan," katanya. Dinding air seperti tsunami disebut mengubur rumah-rumah, menghancurkan jembatan, dan menghanyutkan kendaraan di wilayah yang dilanda bencana tersebut.

Terkini