Gulma Tutupi Permukaan Waduk Manggar, Perahu Wisata hingga Irigasi Terganggu

Rabu, 16 September 2026 | 22:01:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Gulma menutupi sejumlah bagian permukaan Waduk Manggar di kawasan Wisata Meranti, Balikpapan, Kalimantan Timur, per Rabu (16/9/2026). Tanaman liar di waduk seluas sekitar 500 hektare itu menyulitkan perahu wisata melintas dan dikhawatirkan memperparah pendangkalan serta mengganggu pasokan air baku untuk irigasi.

Dampaknya tidak sekadar soal pemandangan. Aktivitas pariwisata warga sekitar ikut terganggu karena perahu wisata sulit beroperasi, sehingga berpotensi menekan pendapatan mereka. Gulma yang membiarkan permukaan air tertutup vegetasi liar juga dikhawatirkan mempercepat pendangkalan waduk.

Perahu Wisata Sulit Beroperasi

Pertumbuhan tanaman liar itu menutupi sejumlah bagian perairan sehingga menghambat jalur perahu wisata. Wisata Meranti yang selama ini menjadi salah satu tujuan rekreasi warga Balikpapan bergantung pada akses perahu untuk mengangkut pengunjung menyusuri waduk.

Ketika jalur perahu terhalang gulma, operasional wisata ikut tersendat. Warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata di kawasan tersebut berisiko kehilangan sebagian pendapatan harian.

Ancaman Pendangkalan dan Pasokan Air Baku

Selain berdampak pada pariwisata, keberadaan gulma dikhawatirkan memperparah pendangkalan waduk. Endapan yang bercampur vegetasi liar bisa mengurangi kapasitas tampung air dari waktu ke waktu.

Waduk Manggar juga berfungsi menopang ketersediaan air baku untuk saluran irigasi di wilayah sekitar. Jika permukaan air terus tertutup gulma dan pendangkalan berlanjut, pasokan air untuk kebutuhan tersebut berpotensi terganggu.

Waduk Seluas 500 Hektare yang Menopang Warga

Waduk Manggar membentang sekitar 500 hektare dan telah lama menjadi bagian dari kehidupan warga Balikpapan. Kawasan Wisata Meranti memanfaatkan perairan waduk sebagai daya tarik utama bagi pengunjung.

Fungsi gandanya membuat persoalan gulma tidak bisa dipandang sebagai masalah estetika semata. Perairan ini sekaligus menopang aktivitas ekonomi warga dan kebutuhan air untuk irigasi di sekitarnya.

Langkah Penanganan yang Dinanti

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pembersihan gulma di Waduk Manggar. Penanganan yang cepat diperlukan agar perahu wisata bisa kembali beroperasi normal dan pendangkalan tidak makin meluas.

Pembersihan permukaan air menjadi krusial menjelang periode kunjungan wisata. Tanpa tindak lanjut, warga yang bergantung pada Wisata Meranti dan petani pengguna air irigasi akan menanggung dampaknya lebih lama.

Terkini