Tips Mengatasi Rasa Canggung saat Bertemu Orang Baru secara Efektif

Tips Mengatasi Rasa Canggung saat Bertemu Orang Baru secara Efektif
Ilustrasi Bertemu Orang Baru.

JAKARTA - Merasa canggung saat bertemu orang baru merupakan hal yang wajar. Baik ketika menghadiri acara kantor, seminar, komunitas, maupun sekadar dikenalkan kepada teman baru, tidak sedikit orang yang merasa bingung harus memulai percakapan dari mana.

Rasa gugup ini bahkan sering membuat seseorang memilih diam atau menghindari interaksi. Kemampuan membangun hubungan sebenarnya tidak bergantung pada seberapa pandai seseorang berbicara, melainkan pada bagaimana ia membangun koneksi yang tulus.

Untuk mengatasi rasa canggung tersebut, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menyiapkan topik pembicaraan sebelum datang ke suatu acara. Luangkan waktu untuk mencari tahu tema kegiatan atau pihak yang kemungkinan hadir sebagai bahan membuka percakapan secara alami.

Selanjutnya, fokuslah untuk mengenal lawan bicara. Managing Partner di Shapiro Negotiations Institute, Andres Lares, menyarankan agar seseorang lebih banyak menunjukkan ketertarikan kepada lawan bicara dengan mengajukan pertanyaan yang menunjukkan rasa ingin tahu tulus sebelum menceritakan diri sendiri.

Tetapkan pula target yang realistis. Jika merasa mudah lelah saat bersosialisasi, tidak perlu memaksakan diri berbincang dengan semua orang, melainkan cukup buat target sederhana seperti berbincang dengan dua atau tiga orang saja.

Selain itu, tidak perlu menjadi orang lain. Pendiri Brown Leadership, Kimberly Brown, menjelaskan bahwa networking pada dasarnya adalah proses membangun hubungan profesional yang saling memberi manfaat, sehingga menjadi diri sendiri yang autentik justru lebih penting.

Langkah berikutnya adalah mengingat nama dan hal penting bagi lawan bicara. Profesor Richard E. Boyatzis dari Case Western Reserve University menyarankan untuk mengingat detail sederhana seperti nama atau hobi agar hubungan terasa lebih hangat saat bertemu kembali.

Terakhir, jangan takut jika percakapan tidak berjalan sempurna. Kimberly Brown menyarankan untuk tidak menganggap respons dingin atau percakapan yang terhenti sebagai hal pribadi, melainkan alihkan energi kepada orang yang lebih terbuka untuk membangun koneksi.

Merasa gugup saat berada di lingkungan baru bukanlah tanda kekurangan dalam bersosialisasi. Daripada berusaha menjadi sosok yang paling banyak berbicara, fokuslah membangun percakapan tulus dan menjadi pendengar yang baik agar kepercayaan diri tumbuh secara bertahap.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index