Inilah 7 Kebiasaan Sepele yang Tanpa Disadari Merusak Kesehatan Anda

Inilah 7 Kebiasaan Sepele yang Tanpa Disadari Merusak Kesehatan Anda
Ilustrasi Begadang.

JAKARTA - Banyak rutinitas sehari-hari yang terkesan biasa, seperti menggunakan ponsel di saat senggang atau melewatkan sarapan karena kesibukan. Tindakan tersebut sekilas wajar dilakukan, namun tanpa disadari mampu menguras energi, memperburuk suasana hati, hingga berdampak negatif pada kesehatan jangka panjang.

Bermain Ponsel Saat Bosan

Terapis pernikahan dan keluarga, Alexandra Foglia, DMFT menyatakan bahwa menatap layar ponsel di waktu luang dapat merampas kesempatan otak untuk beristirahat.

“Saat merasa bosan atau tidak nyaman, banyak orang beralih ke ponsel, tetapi terus-menerus mengisi jeda kecil itu menyisakan sedikit ruang untuk refleksi, pemrosesan emosi, atau relaksasi mental yang sesungguhnya," ucap dia.

Terlalu Sering Curhat ke Pasangan

Meluapkan keluh kesah memang melegakan, tetapi jika berlebihan dapat memicu stres dan merusak hubungan. Psikoterapis Arkadiy Volkov, RP menjelaskan bahaya perenungan berulang tanpa solusi.

"Walau bisa saja sehat dalam jumlah sedang, ada ambang batas saat ekspresi emosional berubah menjadi sesuatu yang disebut perenungan inti,” jelas Volkov.

"Ini terjadi saat masalah yang sama terus dipikirkan dan dibahas berulang kali, tanpa ada pergerakan menuju penyelesaian atau penerimaan," imbuh dia.

Terus-menerus Mengecek Kabar

Memeriksa kondisi pasangan secara terus-menerus sering dikira bentuk perhatian, padahal bisa jadi dipicu oleh rasa cemas.

“Ini bisa terlihat penuh perhatian dan kepedulian. Namun saat kami melakukannya karena kecemasan alih-alih rasa ingin tahu yang tulus, ini bukan lagi tentang menjalin hubungan, melainkan lebih pada mencari penegasan,” jelas Volkov.

Selalu Ingin Menyenangkan Orang Lain

Terus menuruti permintaan orang lain karena merasa tidak enak hati justru memicu kelelahan emosional. Foglia menyebutkan bahwa kebiasaan mengorbankan diri sendiri demi orang lain berujung pada kekecewaan dan batasan diri yang kabur.

Melabeli Makanan Baik dan Buruk

Membagi jenis makanan dengan sebutan "baik" atau "buruk" dapat merusak hubungan emosional dengan makanan.

“Makanan adalah makanan, dan sesuatu yang digunakan tubuh kami sebagai nutrisi,” terang psikolog Moriah O’Barr, PsyD.

"Melabeli makanan akan membuatmu merasa bersalah dan malu. Rasa bersalah ini bisa sangat berbahaya karena perlahan-lahan mengikis hubunganmu dengan tubuhmu," lanjut dia.

Melewatkan Waktu Makan

Menahan lapar sengaja demi menyisakan ruang perut untuk sesi makan berikutnya dapat mengacaukan sinyal alami tubuh.

“Melewatkan waktu makan memberi tahu tubuhmu bahwa sinyal laparnya tidak penting, yang pada akhirnya memutuskan jalur komunikasi penting ini,” papar O’Barr.

"Tubuh kami menyukai konsistensi dan hal yang bisa diprediksi. Tubuh butuh makanan secara teratur agar bisa berfungsi maksimal," kata O'Barr.

Hanya Jalan Kaki sebagai Olahraga

Meski menyehatkan, jalan kaki saja tidak cukup menantang tubuh untuk membentuk otot. Pakar kebugaran Andrea Marcellus menyebutkan bahwa beban latihan perlu ditingkatkan agar tubuh beradaptasi.

“Sejujurnya, kamu perlu merasa sedikit tidak nyaman. Beban harus terasa berat pada pengulangan kesembilan atau kesepuluh, dan kamu perlu sedikit terengah-engah sampai tidak bisa ngobrol dengan mudah,” pungkas Marcellus.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index